PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau meminta warga Sumatera Barat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang diprediksi menyelimuti belasan kabupaten dan kota selama tiga hari ke depan, 23–25 Agustus 2026. Peringatan dini harian pada 25 Agustus bahkan menaikkan status sejumlah wilayah menjadi siaga, bukan sekadar waspada.
Menurut data BMKG, potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 25 Agustus terkonsentrasi di Kota Padang, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok. Sementara itu, wilayah Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Solok, dan Solok Selatan tetap berada dalam status waspada hujan sedang hingga lebat.
BMKG membagi peringatan dini menjadi dua kategori berdasarkan tingkat keparahan. Kategori siaga berlaku untuk potensi hujan dengan intensitas paling tinggi, sedangkan kategori waspada untuk hujan sedang hingga lebat yang berisiko menyebabkan genangan.
Distribusi hujan pada 25 Agustus tidak merata sepanjang hari. Pada siang hingga sore, hanya Pesisir Selatan yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Namun intensitas meningkat drastis saat malam hari, ketika hujan deras berpotensi melanda delapan wilayah sekaligus: Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Lima Puluh Kota.
Memasuki dini hari, potensi hujan lebat bergeser ke Padang, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok. Kondisi ini patut diwaspadai warga yang beraktivitas di luar rumah pada malam hingga dini hari, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
Pada 23 Agustus, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, dan Pasaman pada siang hingga sore hari. Wilayah pesisir barat Sumatera Barat ini memang kerap menjadi pusat pertemuan massa udara basah yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
Memasuki 24 Agustus, peringatan dini BMKG menyebut Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Lima Puluh Kota sebagai wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, suhu udara di Sumatera Barat berkisar 18–33 derajat Celsius dengan kelembapan 60–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–34 kilometer per jam.
Kombinasi kelembapan udara yang mencapai 98 persen dan pola angin dari tenggara–barat daya menciptakan kondisi atmosfer yang labil. BMKG mengimbau warga di wilayah pesisir dan lereng bukit untuk memperhatikan kondisi pohon besar serta baliho yang berpotensi roboh saat hujan deras disertai angin kencang.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG Minangkabau. Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan, disarankan menunda pelayaran jika intensitas hujan meningkat.