Cooler Master Q300L V3 Review: Casing MicroATX Rp 700 Ribuan dengan USB-C 20 Gbps

Penulis: Ridwan Azhari  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 00:49:01 WIB
Cooler Master Q300L V3 hadir dengan pembaruan desain dan port USB-C 20 Gbps di kelas harga Rp 700 ribuan.

SUMATERA BARAT — Cooler Master memperbarui lini casing hemat Q300L yang pertama kali hadir pada 2018. Setelah versi V2 pada 2023 membawa panel kaca dan port USB-C, kini V3 hadir dengan perubahan yang lebih menyeluruh: dimensi sedikit lebih besar, lubang ventilasi diperlebar, struktur diperkuat, dan posisi port I/O yang bisa dipindah. Di pasar Indonesia, casing ini diprediksi hadir dengan harga yang tetap ramah di kantong, melanjutkan posisi pendahulunya sebagai pilihan utama perakit pemula.

Spesifikasi Utama Q300L V3

  • Dimensi: 388 x 386 x 230 mm (15,3 x 15,2 x 9 inci)
  • Dukungan Motherboard: Mini-ITX, MicroATX
  • Slot PCIe: 4 slot, mendukung GPU hingga 3,5 slot
  • Klirens CPU Cooler: 178 mm
  • Klirens GPU: 366 mm (tanpa kipas depan), 341 mm (dengan kipas 25 mm)
  • Dukungan PSU: 200 mm (tanpa kipas bawah), 140 mm (dengan kipas bawah)
  • Storage: 1x 3,5 inci atau 2x 2,5 inci
  • Dukungan Radiator: depan 120/240 mm, belakang 120 mm
  • Kipas Bawaan: 1x 140 mm di belakang
  • Port I/O: USB-C 20 Gbps, 2x USB-A 5 Gbps, jack audio 3,5 mm
  • Harga: US$44,90 (sekitar Rp 740 ribu)

Desain dan Kualitas Build

Secara visual, Q300L V3 nyaris identik dengan pendahulunya. Perubahan paling terlihat ada pada tepi casing yang kini membulat dan panel I/O yang secara bawaan dipindah ke bawah. Namun, pengguna bisa memindahkannya ke atas sesuai kebutuhan, termasuk saat casing diposisikan horizontal.

Panel kaca temper sekarang menggunakan mekanisme slot di bawah dan kait bola di atas, menggantikan empat sekrup di V2. Sistem ini terasa lebih bersih dan praktis saat membuka atau memasang panel. Sementara itu, panel sisi satunya tetap menggunakan empat thumb screw dengan bantalan karet untuk mendukung konfigurasi horizontal.

Ventilasi udara di bagian atas dan depan kini memiliki lubang yang lebih besar untuk meningkatkan aliran udara. Ketiga sisi (atas, depan, bawah) dilengkapi filter debu magnetik yang mudah dilepas untuk dibersihkan. Hanya saja, filter di bagian atas dan depan bisa sedikit bergeser jika sering tersentuh.

Fitur Unggulan: Port I/O Fleksibel dan USB-C 20 Gbps

Fitur paling menonjol dari Q300L V3 adalah port I/O-nya. Di kelas harga di bawah US$50, kehadiran USB-C dengan kecepatan 20 Gbps (USB 3.2 Gen 2x2) sangat jarang ditemukan. Port ini melengkapi dua USB-A 5 Gbps dan jack audio combo 3,5 mm yang mengapit tombol power dengan lampu LED.

Kemampuan memindahkan panel I/O dari bawah ke atas (atau dari kiri ke kanan saat horizontal) memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki banyak casing seukurannya. Ini sangat membantu pengguna yang ingin menaruh PC di sisi kiri atau kanan meja tanpa harus mengorbankan aksesibilitas port.

Performa Termal dan Tingkat Kebisingan

Pengujian dilakukan dengan prosesor Intel Core Ultra 7 270K, GPU RTX 4080 Founders Edition, dan motherboard Gigabyte Z890M Aorus Elite WiFi Ice. Kami menambahkan satu kipas Cooler Master MasterFan M120 di bagian depan-atas karena casing hanya menyertakan satu kipas exhaust 140 mm di belakang.

Pada pengujian noise-normalized (42 dBA), suhu CPU rata-rata berada di angka 87 derajat Celsius dengan konsumsi daya sekitar 210W. Angka ini lebih rendah dibandingkan pengujian casing lain, tetapi perlu dicatat bahwa sistem ini menggunakan GPU berbeda (RTX 4080 FE lebih pendek dari TUF RTX 4080 yang biasa dipakai) dan konsumsi daya CPU yang lebih rendah. Suhu GPU rata-rata tercatat 74 derajat Celsius.

Saat semua kipas diputar di kecepatan maksimum, suhu CPU turun ke 81 derajat Celsius dan GPU ke 63 derajat Celsius. Namun, tingkat kebisingan melonjak ke 55 dBA, menjadi yang tertinggi dalam pengujian kami. Kipas bawaan 140 mm memang cukup berisik di 1.400 RPM, tetapi performanya tetap solid di kecepatan rendah.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Dengan harga segini, ada beberapa kompromi yang harus diterima. Casing hanya menyertakan satu kipas exhaust, sehingga pengguna disarankan menambah minimal satu kipas intake di depan untuk aliran udara optimal. Tidak ada velcro tie-down untuk manajemen kabel di belakang motherboard tray, meski ruang 30 mm yang tersedia cukup lega untuk menyembunyikan kabel.

Selain itu, posisi PSU yang menempel di "kotak" offset membuat sebagian kabel power akan terlihat dari panel kaca. Cooler Master juga tidak menyediakan grommet karet pada lubang routing kabel, dan dukungan back-connect motherboard (seperti Asus BTF atau MSI Project Zero) tidak tersedia.

Kesimpulan: Value Terbaik untuk Build MicroATX Hemat

Cooler Master Q300L V3 membuktikan bahwa casing murah tidak harus melewatkan fitur penting. Dengan harga di bawah US$45, pengguna mendapatkan panel kaca temper, USB-C 20 Gbps, fleksibilitas orientasi, dan ruang yang cukup untuk hardware kelas atas. Meski butuh tambahan kipas dan manajemen kabel yang rapi, casing ini tetap menjadi pilihan terbaik di kelas budget MicroATX.

Untuk perakit pertama kali atau pengguna yang ingin membangun PC kecil tanpa menguras kantong, Q300L V3 layak masuk daftar teratas. Di pasar Indonesia, casing ini menjadi alternatif menarik bagi yang mencari chassis MicroATX dengan fitur modern tanpa embel-embel harga premium.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top