PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memastikan seluruh penghargaan yang diterima sepanjang 2026 akan menjadi pelecut semangat, bukan tujuan akhir dari penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai apresiasi eksternal harus diterjemahkan sebagai motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana program dan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi di Padang, Selasa (25/8/2026).
Mahyeldi mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Beberapa program dinilai masih memerlukan penguatan, baik dari sisi implementasi di lapangan maupun alokasi anggaran.
Dari enam penghargaan yang diterima, lima di antaranya diberikan langsung kepada Gubernur Mahyeldi. Di bidang pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan, ia menerima Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) dari Forum Human Capital Indonesia (FHCI) serta Leadership Award dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Sumbar.
Mahyeldi juga meraih Disway Top Regional Leader Award dari Disway National Network (DNN). Sementara di sektor pendidikan, ia mendapatkan Penghargaan Nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.
Dari aspek pemerintahan dan kepamongprajaan, penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) turut disandangnya. Adapun Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menerima Parlemen Jurnalis Award sebagai Wakil Kepala Daerah Penggerak Solidaritas Kebencanaan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Salah satu pengakuan yang paling signifikan datang dari Bank Indonesia. Sumbar dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Nasional Terbaik Wilayah Sumatera.
Penghargaan ini menjadi indikator bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di tengah masyarakat berjalan efektif. Hal ini sejalan dengan agenda transformasi digital yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat.
Menurut Mahyeldi, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota, serta para pemangku kepentingan lainnya yang konsisten mendukung pembangunan daerah.
Meski apresiasi mengalir, Mahyeldi menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada. Ia menyebut berbagai masukan dan hasil evaluasi internal akan digunakan untuk mempertahankan capaian yang sudah baik sekaligus memperbaiki aspek yang masih lemah.
“Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Apresiasi yang kita terima jangan sampai membuat kita berhenti berbenah,” tegasnya.
Ia berharap seluruh program pembangunan ke depan dapat semakin dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat Sumatera Barat, bukan hanya berhenti pada seremoni penghargaan semata.