PADANG — Sebanyak tiga negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) mengirimkan delegasi mahasiswanya ke Universitas Negeri Padang (UNP) dalam ajang 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi titik temu bagi sivitas akademika untuk berkompetisi sekaligus menjalin kolaborasi lintas batas.
Berbeda dari sekadar perlombaan, karnaval ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa di tiga ranah sekaligus. Kompetisi akademik mendorong lahirnya inovasi penelitian, sementara pertukaran budaya memperkaya wawasan tentang tradisi masing-masing negara.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menyatukan kekuatan akademik yang beragam, mendorong inovasi dalam penelitian, serta menciptakan berbagai peluang bagi mahasiswa dan sivitas akademika kita,” ujar Presiden IMT-GT Varsity Council, Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohamed, dalam sambutannya pada pembukaan, Selasa (25/8/2026) malam.
Di luar ruang diskusi, semangat kebersamaan justru paling terasa di lapangan. Pertandingan olahraga, termasuk sepak bola, dinilai menjadi medium efektif untuk mempererat persahabatan tanpa sekat bahasa. Ahmad menegaskan bahwa momen ini menantang mahasiswa untuk berkomunikasi melampaui batas bahasa dan budaya.
“Kegiatan ini menantang para mahasiswa untuk berkomunikasi melampaui batas bahasa dan budaya, mengembangkan kemampuan untuk berkolaborasi, serta membangun kemitraan yang beragam dan inklusif,” katanya.
Dedikasi UNP dalam mendampingi delegasi selama rangkaian acara juga mendapat sorotan langsung dari pimpinan IMT-GT. Apresiasi khusus disampaikan Ahmad kepada pihak kampus atas kesiapan dan pendampingan yang diberikan kepada seluruh peserta.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Padang yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini. Terima kasih telah mendampingi kami selama empat hari ini,” kata Ahmad.
Keberlangsungan acara ini diyakini bukan berhenti pada seremonial belaka. Interaksi yang terjalin selama karnaval diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan kawasan. Para mahasiswa disebut akan membawa pulang pengalaman berharga untuk membentuk jejaring global yang kuat setelah kembali ke negara masing-masing.
“Mahasiswa kami akan membawa pengalaman ini untuk membentuk jejaring global yang kuat, membuka pintu bagi berbagai peluang dan kolaborasi jangka panjang,” tutup Ahmad.
Penyelenggaraan karnaval ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi pendidikan dan jejaring antarnegara.