SUMATERA BARAT — PDC membuktikan komitmennya dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih penghargaan bergengsi. Perusahaan jasa pengeboran migas ini menyabet predikat Gold untuk Pilar Ekonomi, serta Silver untuk Pilar Lingkungan dan kategori Creating Shared Value (CSV).
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Bagi PDC, TJSL adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza menegaskan bahwa program TJSL perusahaan dirancang untuk memberikan dampak terukur, bukan sekadar memenuhi kewajiban.
"Bagi kami, TJSL tidak berhenti pada kegiatan sosial, tetapi harus mampu menciptakan nilai ekonomi, memberikan manfaat bagi lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat," ujar Fitra saat menerima penghargaan.
Pendekatan ini diwujudkan melalui tiga program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Mari Kelola Jelantah Kita (MALIKA), yang mengubah minyak jelantah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual seperti sabun dan lilin aromaterapi.
PDC juga mengembangkan program Tempesantren, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kapasitas usaha produksi tempe di Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal. Program ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
Tak ketinggalan, perusahaan ini menjalankan program Tata Boga Khusus Disabilitas. Program ini memberikan pelatihan keterampilan memasak dan membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas, memastikan mereka mendapatkan akses yang setara dalam dunia kerja.
Corporate Secretary PDC Ani Aryani menekankan bahwa keberhasilan TJSL diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, bukan dari jumlah kegiatan.
"Keberhasilan TJSL bukan semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong program yang berbasis kebutuhan, inklusif, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan," jelas Ani.
Penghargaan khusus untuk Direktur Utama PDC, Hery Lesmana, dinilai menunjukkan peran penting kepemimpinan dalam mengintegrasikan TJSL dengan strategi keberlanjutan perusahaan. Dukungan dari jajaran manajemen menjadi kunci suksesnya program-program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
TJSL & CSR Award 2026 sendiri diikuti oleh 68 perusahaan BUMN dan anak perusahaan di seluruh Indonesia. Raihan ini menempatkan PDC di jajaran terdepan dalam penerapan praktik ESG di lingkungan Pertamina Group.
Ke depan, PDC berkomitmen memperkuat pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Creating Shared Value (CSV) dalam setiap program TJSL. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan manfaat bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pertumbuhan bisnis perusahaan.