Jarak ke TPA Aia Dingin Lebih Jauh, Pemkot Solok Belanja Armada Sampah Rp16,23 Miliar

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 02 September 2026 | 09:12:02 WIB
Pemkot Solok menganggarkan Rp16,23 miliar dari dana transfer ke daerah untuk pengadaan armada sampah baru.

SOLOK — Jarak pengangkutan sampah Kota Solok akan bertambah jauh setelah lokasi pembuangan akhir dipindahkan ke TPA Aia Dingin, Kota Padang. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, pemerintah kota mengucurkan dana transfer ke daerah (TKD) senilai Rp16,23 miliar untuk pengadaan sarana dan prasarana persampahan baru. Anggaran tersebut menjadi salah satu alokasi terbesar pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) Kota Solok.

Antisipasi Jarak Tempuh ke TPA Aia Dingin

Perubahan lokasi pembuangan akhir yang direncanakan mulai 2027 membutuhkan kesiapan armada. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas PerkimLH Kota Solok, Hendrapilo, menyebut tambahan kendaraan diperlukan untuk memperkuat pelayanan dan peremajaan unit lama.

"Dana TKD ini sangat membantu untuk membeli unit kendaraan yang diperlukan, termasuk untuk peremajaan kendaraan," ujarnya di Solok, Selasa.

Biaya pembuangan atau pengangkutan sampah ke lokasi baru diperkirakan mencapai Rp100 ribu per ton. Pemerintah daerah telah menganggarkan biaya tersebut untuk keberlanjutan pengelolaan sampah pada 2027.

Rincian Armada: 3 Unit Dump Truck Hingga 60 Tempat Sampah

Pengadaan sarana persampahan mencakup tiga unit dump truck, satu unit amrol, satu unit backhoe loader, 100 unit Krisbow, 60 unit tempat sampah lima warna, dan 13 unit kendaraan roda tiga. Seluruh unit ini akan digunakan untuk memperkuat pelayanan pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kota Solok.

Kepala Dinas PerkimLH Kota Solok, Hanif, menegaskan pemanfaatan TKD harus tepat sasaran. "Dana TKD ini merupakan dukungan yang sangat berarti bagi daerah. Karena itu, pemanfaatannya harus tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," kata dia.

Perkuat Infrastruktur Permukiman dan Drainase

Selain persampahan, TKD juga dialokasikan untuk peningkatan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) senilai Rp855,89 juta. Anggaran tersebut dipakai untuk pembangunan dan peningkatan drainase serta jalan lingkungan di kawasan perumahan dan permukiman.

Dinas PerkimLH mencatat terdapat 29 paket pekerjaan pada bidang PSU. Sebanyak empat paket telah selesai dikerjakan, sedangkan 25 paket lainnya masih menunggu proses untuk dapat dilaksanakan.

Bantuan Perbaikan Rumah untuk Warga Baru Satu Unit Terealisasi

Untuk bidang perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah daerah memperoleh alokasi sekitar Rp1,055 miliar. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Lili Andriani menyebut hingga saat ini bantuan yang terealisasi baru satu unit rumah berupa kegiatan perbaikan dengan anggaran sekitar Rp25 juta.

"Calon penerima lainnya masih dalam proses administrasi dan pengajuan SK kepada wali Kota Solok," katanya. Hanif memastikan pemanfaatan TKD di sektor persampahan, infrastruktur permukiman, dan perumahan akan disesuaikan dengan ketentuan agar manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top