SUMATERA BARAT — Penyesuaian harga ini berlaku mulai pukul 00.00 WIB di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Selain Pertamina Dex, Dexlite naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, sementara Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter. Adapun Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa indikator yang dipertimbangkan mencakup harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta tingkat daya beli masyarakat. "Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Nilai tukar rupiah pada hari yang sama ditutup melemah 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp 17.744 per USD. Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat menguat tipis ke Rp 17.715, namun tekanan dari ketegangan geopolitik Timur Tengah dan prospek suku bunga The Fed membalikkan arah pergerakan.
Biaya impor bahan bakar dan komponen energi menjadi faktor penekan. Dengan rupiah yang bertahan di atas Rp 17.700, kenaikan harga BBM non-subsidi disebut sebagai langkah yang tak terhindarkan.
Kenaikan jenis diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex berpotensi mendorong biaya distribusi barang. Komoditas pangan yang sensitif terhadap biaya transportasi menjadi yang paling berisiko terdampak.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi tahunan 3,86 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut beras menyumbang inflasi bulanan 0,42 persen dengan rata-rata harga di tingkat penggilingan naik 1,32 persen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun. "Apapun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi, itu tidak akan kita naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita melihat perkembangan global," kata Bahlil.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut stabilitas nilai tukar menjadi tantangan besar pada 2027. "Ketidakpastian global yang masih tinggi diperkirakan membawa kurs bergerak pada rentang Rp 17.300-17.800 per dolar Amerika Serikat," ungkapnya.
BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, termasuk intervensi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas, untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.