PADANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mengebut perbaikan jalan dan trotoar di kawasan Kota Tua dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar yang bersumber dari APBD Kota Padang. Pekerjaan itu ditargetkan selesai dalam 120 hari dan dikerjakan secara terpadu untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sekaligus menata tampilan kawasan wisata tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyebut pembenahan dimulai dari titik-titik yang paling membutuhkan penanganan. Setelah bagian itu selesai, penataan akan berlanjut ke lokasi lain agar pengembangan kawasan berjalan terencana.
Revitalisasi yang berjalan saat ini mencakup drainase, lalu dilanjutkan penggantian material jalan menggunakan batu andesit dan rehabilitasi trotoar. Malvi menyatakan kawasan Kota Tua diarahkan tidak hanya punya infrastruktur lebih baik, tetapi juga memberi suasana lebih nyaman dan menarik bagi warga maupun wisatawan.
"Revitalisasi yang dilakukan saat ini mencakup drainase, kemudian dilanjutkan dengan penggantian material jalan menggunakan batu andesit dan rehabilitasi trotoar di kawasan Kota Tua Padang. Kita ingin kawasan ini tidak hanya memiliki infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memberikan suasana yang lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang," ujarnya.
Pembenahan infrastruktur dilakukan bertahap pada sejumlah kawasan strategis di Kota Padang. Malvi menyebut pekerjaan saat ini memang diarahkan ke kawasan Kota Tua Padang, Pantai Padang, dan Pasar Raya sebagai bagian dari program Padang Rancak.
Camat Padang Barat Diko Riva Utama menambahkan penataan kawasan Kota Tua berjalan bertahap melalui program unggulan Padang Rancak dan Jelajah Padang. Tahap awal berupa perbaikan jalan dan trotoar.
"Penataan ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua Padang. Pemkot tidak langsung mengerjakan seluruh kawasan, tetapi dimulai dari beberapa bagian yang menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan," ujarnya.
Pada 2026, penataan kawasan Kota Tua Padang difokuskan lebih dulu pada pembangunan fisik berupa perbaikan jalan dan trotoar. Pengerjaan tahap awal itu menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Setelah itu, penataan akan dilanjutkan sesuai konsep yang sudah dirancang sehingga kawasan Kota Tua bisa dikembangkan secara bertahap," ujar Diko.
Pemerintah telah menyampaikan informasi soal pekerjaan tersebut kepada masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan Kota Tua Padang. Koordinasi dilakukan agar warga dan pedagang mengetahui adanya pekerjaan dan bisa menyesuaikan aktivitas selama proses penataan berlangsung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi agar mereka mengetahui adanya pekerjaan ini. Jadi, selama proses penataan berlangsung, aktivitas masyarakat bisa tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata dia.
Pemkot Padang berharap komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha mendukung kelancaran pekerjaan hingga selesai. Kawasan Kota Tua Padang diarahkan menjadi ruang wisata dan aktivitas ekonomi yang lebih tertata dan nyaman.