SUMATERA BARAT — Apple menaikkan tarif penggantian baterai di luar garansi untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max menjadi USD 129, naik USD 10 atau sekitar 8 persen dari generasi sebelumnya. Kenaikan ini datang bersamaan dengan harga jual kedua ponsel yang juga naik USD 100 dibanding iPhone 17 Pro, sehingga biaya kepemilikan jangka panjang jadi lebih mahal. Menariknya, tarif perbaikan komponen lain seperti layar dan kamera belakang tidak ikut naik.
Kenaikan USD 10 itu setara sekitar 8 persen. Angka ini terbilang kecil dibanding kenaikan harga jual, tapi tetap menambah beban biaya kepemilikan jangka panjang. Kabar baiknya, tarif perbaikan komponen lain untuk sementara tidak berubah.
Berikut perbandingan tarif perbaikan resmi Apple untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 17 Pro:
Semua tarif ini hanya berlaku untuk perbaikan di luar garansi. Klaim garansi yang sah tetap gratis. Namun perlu diingat, kerusakan fisik akibat pemakaian umumnya tidak masuk kategori cacat produksi.
Yang paling mencolok dari daftar ini adalah biaya perbaikan kerusakan umum. Untuk iPhone 18 Pro, tarifnya USD 849. Angka itu lebih dari dua pertiga harga jual ponsel barunya. Artinya, satu insiden jatuh tanpa pelindung bisa membuat ongkos perbaikan mendekati harga unit baru.
Kondisi ini membuat AppleCare+ jadi pertimbangan serius. Dengan AppleCare+, servis baterai gratis. Perbaikan layar dan kaca belakang dikenai biaya USD 29 masing-masing. Kerusakan layar bagian dalam atau kerusakan tak sengaja lain dikenai USD 99.
AppleCare+ juga mencakup perlindungan untuk ponsel hilang atau dicuri dengan deductible USD 149. Biayanya USD 10 per bulan untuk satu iPhone, atau USD 20 per bulan jika mencakup dua perangkat lain dalam paket AppleCare One. Apple juga baru meluncurkan AppleCare One seharga USD 50 per bulan yang mencakup semua perangkat Apple untuk maksimal enam orang, selama perangkatnya relatif baru atau sudah punya AppleCare.
Bagi yang sudah memesan iPhone 18 Pro atau Pro Max tanpa AppleCare+, masih ada waktu 60 hari setelah pembelian untuk menambahkan perlindungan tersebut.
Kenaikan tarif servis baterai terakhir terjadi saat peluncuran iPhone 16 Pro, dari USD 99 ke USD 119. Tahun itu juga menjadi momen iPhone 16 Pro mengalami kenaikan harga jual setelah Apple menghapus opsi penyimpanan 128GB.
Menurut data listing Uni Eropa, baterai iPhone 18 Pro Max berkapasitas 11 persen lebih besar dari iPhone 17 Pro Max. Untuk iPhone 18 Pro, kenaikannya hanya sekitar 1,44 persen dari pendahulunya. Meski begitu, Apple mengklaim baterai baru memakai desain berbeda yang menjelaskan kenaikan biaya produksi.
Baterai dengan kapasitas dan desain lebih baik memang lebih mahal dibuat, sehingga lebih mahal pula diganti. Ditambah lagi, biaya manufaktur komponen elektronik secara umum memang terus naik. Baterai tidak mengalami masalah pasokan seperti RAM atau storage, tapi bukan berarti harganya murah.
Kenaikan tarif servis ini tidak akan terasa bagi pengguna yang membeli AppleCare+ atau yang ponselnya tidak pernah rusak. Tapi bagi yang mengandalkan garansi resmi saja, biaya perbaikan di luar garansi bisa jadi kejutan tidak menyenangkan.
Untuk pasar Indonesia, harga dan ketersediaan resmi iPhone 18 Pro belum diumumkan. Jika mengacu pada pola sebelumnya, tarif servis resmi di Indonesia biasanya mengikuti struktur global dengan penyesuaian kurs dan pajak lokal. Pembeli yang mempertimbangkan iPhone 18 Pro sebaiknya menghitung total biaya kepemilikan, bukan hanya harga jual, terutama jika tidak berencana membeli AppleCare+.