DPKUKM Solok Fasilitasi Pemasaran Batik hingga Sabun Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB

Penulis: Ridwan Azhari  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:17:31 WIB

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Solok memfasilitasi pengembangan dan pemasaran produk karya warga binaan Lapas Kelas IIB Solok, Sumatera Barat. Dukungan mencakup pendampingan peningkatan kualitas produk, penguatan legalitas usaha, serta fasilitasi akses pemasaran. Langkah itu disampaikan saat jajaran DPKUKM meninjau langsung kegiatan pembinaan kemandirian di lapas setempat.

SOLOK — Kepala DPKUKM Kota Solok Ricky Carnova mengatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap potensi produk yang dihasilkan warga binaan melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Solok. Menurut dia, produk-produk tersebut berpeluang dikembangkan lebih jauh lewat dukungan yang sesuai.

Dukungan itu menyasar tiga hal utama: peningkatan kualitas produk, pemenuhan legalitas usaha, dan perluasan pemasaran. Ricky menyebut DPKUKM siap membantu sesuai kewenangan yang dimiliki.

Batik Tulis hingga Telur Ayam, Apa Saja yang Diproduksi Warga Binaan?

Dalam kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Solok, Kamis (17/9/2026), rombongan DPKUKM melihat sejumlah kegiatan produktif yang dikembangkan lapas. Ricky didampingi Sekretaris DPKUKM Taufiq Rusli, Kepala Bidang Perdagangan Hasrul Hendri, serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pasar Yudhi Sayfitra.

Ada pembuatan batik tulis dan cap dengan motif khas, serta berbagai produk seni kriya. Warga binaan juga mengembangkan produksi sabun cuci piring, minuman herbal berbahan jahe merah, dan usaha peternakan ayam beserta produksi telur.

Ricky menilai produk-produk itu punya potensi untuk terus dikembangkan, terutama pada aspek kualitas, legalitas usaha, dan perluasan pemasaran.

DPKUKM Buka Akses Pasar untuk Produk Hasil Pembinaan

DPKUKM Kota Solok akan membantu membuka akses pemasaran agar produk hasil pembinaan warga binaan lebih dikenal dan dipasarkan lebih luas di Kota Solok. Pendampingan dilakukan sesuai kewenangan dinas, termasuk penguatan aspek legalitas usaha.

Kepala Lapas Kelas IIB Solok Jepri Ginting menyambut baik perhatian DPKUKM terhadap kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Ia berharap dukungan tersebut berkembang menjadi kolaborasi dalam pengembangan dan penyaluran produk hasil karya warga binaan.

Menurut Jepri, kolaborasi itu diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi kegiatan pembinaan. Pembinaan kemandirian juga dinilai membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kewirausahaan sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top