Operasi Patuh Singgalang 2026 di Bukittinggi Berlangsung 14 Hari Mulai 26 Oktober, 8 Pelanggaran Jadi Fokus

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 05:46:02 WIB
Kapolresta Bukittinggi menegaskan keselamatan pengendara menjadi prioritas utama dalam Operasi Patuh Singgalang 2026.

BUKITTINGGI — Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto menegaskan bahwa keselamatan pengendara menjadi prioritas utama dalam Operasi Patuh Singgalang 2026. Ia menyebut operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan wujud kepedulian agar setiap orang yang berangkat dapat kembali dengan selamat ke rumah.

"Mari kita mulai dari diri sendiri: patuhi aturan, utamakan keselamatan. Bukittinggi yang tertib, adalah kebanggaan kita semua," kata Ruly dalam pernyataan resminya.

Delapan Pelanggaran yang Jadi Sasaran Pengawasan

Satlantas Polresta Bukittinggi merinci delapan hal yang diawasi ketat selama operasi berlangsung. Fokus pertama menyasar pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara.

Petugas juga memeriksa kelengkapan surat kendaraan, yakni tidak membawa atau tidak memiliki SIM serta STNK. Pengendara di bawah umur dan mereka yang berboncengan lebih dari satu orang masuk daftar pengawasan.

Aturan keselamatan berkendara menjadi sorotan berikutnya: tidak memakai helm SNI dan tidak mengenakan sabuk keselamatan. Kendaraan dengan knalpot brong atau racing tidak standar juga menjadi target penertiban.

Dua poin terakhir menyangkut perilaku berisiko di jalan. Petugas mengawasi pengendara di bawah pengaruh alkohol atau narkotika, serta penggunaan pelat nomor (TNKB) yang tidak sesuai aturan. Berkendara melawan arus melengkapi daftar delapan pelanggaran tersebut.

Pendekatan Edukatif, Bukan Sekadar Denda

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi AKP M. Irsyad Fathur Rahman menekankan bahwa operasi kali ini mengutamakan pembinaan kepada pengendara. Menurutnya, petugas hadir untuk mengingatkan, membimbing, dan menegaskan pentingnya disiplin di jalan raya.

"Saya tekankan, operasi kali ini mengedepankan pendekatan yang edukatif, persuasif, dan humanis — bukan sekadar menyita atau mendenda," ujar Irsyad.

Dukungan ETLE dan teguran simpatik disebut menjadi cara untuk mengubah kebiasaan buruk pengendara. Pesan yang diusung: patuhi aturan, utamakan keselamatan untuk keluarga, masa depan, dan Bukittinggi yang lebih aman.

Imbauan bagi Warga Bukittinggi dan Sekitarnya

Warga Kota Bukittinggi dan wilayah sekitarnya diminta memperhatikan jadwal operasi yang berlangsung dua pekan penuh. Tertib berlalu lintas disebut bukan kewajiban semata, melainkan bentuk kasih sayang kepada orang-orang yang menanti di rumah.

Satlantas berharap jalan raya Bukittinggi menjadi lebih aman dan nyaman selama periode operasi maupun setelahnya. Kedisiplinan pengendara menjadi kunci utama, sejalan dengan semangat "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas".

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: mitrariau.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top