PARIAMAN — Penyerahan secara simbolis dilakukan di halaman kantor wali kota, disaksikan jajaran BAZNAS Kota Pariaman. Afrizal selama ini menyusuri kawasan pantai Kota Pariaman dengan berjalan kaki untuk mengumpulkan barang bekas.
Yota Balad menyebut bantuan kendaraan operasional penunjang usaha dirancang agar warga mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri. Program itu menyasar warga kurang mampu yang punya aktivitas usaha tetap.
Becak motor diberikan kepada Afrizal karena pekerjaannya sebagai pemulung dinilai sudah berjalan, hanya terkendala alat angkut. Pemerintah kota menempatkan bantuan ini sebagai fasilitas produktif, bukan santunan konsumtif.
"Pemerintah daerah akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas masyarakat yang kurang mampu," ujar Yota Balad.
Menurut wali kota, penerima manfaat diharapkan merawat kendaraan dan memakainya maksimal. Harapan itu disampaikan langsung saat penyerahan di Balaikota Pariaman.
"Kami berharap penerima manfaat dapat merawat kendaraan ini dengan baik serta memanfaatkannya secara maksimal guna meningkatkan taraf hidup keluarga," ucapnya.
Afrizal mengaku sebelumnya hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk mencari barang bekas di daerah pantai. Rute hariannya kini bisa ditempuh lebih cepat dengan becak motor.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Pariaman dan BAZNAS Kota Pariaman. Selama ini, saya berjalan kaki mencari barang bekas di daerah pantai di Kota Pariaman," kata Afrizal.
Dengan kendaraan baru itu, ia berharap kapasitas angkut bertambah dan pendapatan keluarga ikut naik. Afrizal tinggal di Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.
"Dengan adanya becak motor ini, insyaallah usaha saya bisa lebih lancar, kapasitas angkut bertambah dan pendapatan keluarga bisa ikut meningkat," tuturnya.
Pola penyaluran seperti ini menempatkan zakat sebagai modal kerja bagi penerima. Pemkot Pariaman dan BAZNAS Kota Pariaman menyatakan komitmen serupa akan terus dijalankan bagi warga kurang mampu lain di wilayah itu.
Bagi Afrizal, dampaknya langsung terasa: waktu tempuh mencari barang bekas memendek dan muatan per hari bisa lebih banyak. Pendapatan keluarga menjadi ukuran keberhasilan bantuan ini ke depan.