PARIAMAN — Penandatanganan kesepakatan bersama berlangsung di Aula Balaikota Pariaman, disaksikan jajaran Pemko dan perwakilan Telkom University yang sekaligus membuka sosialisasi kampus bagi calon mahasiswa. Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut kerja sama ini telah berjalan beberapa tahun dan menjadi jalur bagi putra-putri terbaik daerah untuk menempuh pendidikan tinggi.
Apa Isi Kesepakatan Pemko Pariaman dan Telkom University
Kerja sama mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya lembaga. Bagi warga Pariaman, dampak paling langsung adalah kemudahan akses masuk serta program beasiswa yang disediakan kampus.
Pemko Pariaman juga memfasilitasi mahasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana Plus (SagaSaja Plus). Program ini menyasar putra-putri terbaik kota untuk melanjutkan pendidikan di Telkom University.
Dulu Masuk Telkom University Terkenal Sulit, Kini Ada Jalur Kemudahan
Yota Balad mengakui akses ke Telkom University sebelumnya dikenal sulit bagi anak-anak Pariaman. Kerja sama ini, menurut dia, membuka jalan yang lebih mudah tanpa menghapus syarat kemauan dan kedisiplinan calon mahasiswa.
"Dulu, masuk Telkom University adalah hal yang sangat sulit dan terkenal susah bagi anak-anak Pariaman. Namun, dengan adanya kerja sama ini, anak-anak kita diberikan kemudahan," ujarnya.
Ia meminta pelajar Pariaman tidak menjadikan domisili sebagai penghalang bersaing. Etika, kedisiplinan, dan rasa hormat disebutnya sama penting dengan kemampuan akademik di era digitalisasi.
Dari 135.000 Pendaftar, Telkom University Terima 13.300 Mahasiswa Baru
Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University Ratri Wahyuningtyas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko Pariaman. Kampus itu membuka pintu di sejumlah lokasi, mulai Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Purwokerto.
"Tahun ini, dari total 135.000 pendaftar, kami menerima sekitar 13.300 mahasiswa baru," ujarnya.
Selain jalur reguler, Telkom University membuka berbagai program afirmasi bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Skema itu disebut sebagai bentuk komitmen nyata bersama Pemkot Pariaman.
15 Mahasiswa Asal Pariaman Sudah Lulus
Data Telkom University mencatat 65 mahasiswa asal Pariaman saat ini menempuh studi di kampus tersebut. Sebanyak 15 orang di antaranya telah menyelesaikan pendidikan, termasuk dari jenjang pascasarjana.
Ratri berharap kerja sama beasiswa terus berlanjut dan ditingkatkan. Menurut dia, anak-anak hebat Pariaman dari keluarga mampu maupun kurang mampu berhak mendapat akses pendidikan terbaik untuk membangun daerahnya.
"Kami berharap kerja sama beasiswa ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga anak-anak hebat Pariaman baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu bisa mendapatkan akses pendidikan terbaik untuk membangun daerahnya dan berkontribusi bagi Indonesia," tuturnya.