Pengamanan keberangkatan buruh dari Provinsi Banten dilakukan secara terkoordinasi melibatkan personel Ditlantas, Ditsamapta, Satbrimob, dan Polsek jajaran. Titik keberangkatan tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Tangerang, dengan jumlah peserta mencapai 15.090 orang.
Kombes Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten, mengatakan pengawalan bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. "Total massa buruh yang berangkat ke Jakarta mencapai 15.090 orang dengan menggunakan 266 bus, 8 unit Elf, dan 1 kendaraan roda empat," ujarnya, Jumat (1/5).
Pesan dari Kepala Polda
Irjen Hengki, Kapolda Banten, menyampaikan bahwa momentum Hari Buruh bukan sekadar peringatan tahunan. Menurut dia, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya peran buruh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
"Selamat memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026 kepada seluruh pekerja di Provinsi Banten. Buruh adalah pilar penting dalam pembangunan bangsa. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat komunikasi, dan membangun hubungan kerja yang harmonis demi kesejahteraan bersama," ujar Hengki.
Pengamanan di Kabupaten Serang
Di Kabupaten Serang, sekitar 3.878 buruh berangkat ke Jakarta. AKBP Andri Kurniawan, Kapolres Serang, melaporkan pengamanan berjalan sesuai rencana dan standar operasional prosedur (SOP). Sebanyak 180 personel dikerahkan untuk pengawalan dari tiga titik keberangkatan: Modern Cikande, PLN Cikande, dan PT Nikomas Gemilang.
"Mulai dari pengawalan keberangkatan buruh, pengamanan kegiatan lokal, hingga pengaturan lalu lintas, semuanya berjalan lancar," ujar Andri. Selain pengawalan keberangkatan, personel juga melakukan pengamanan objek vital dan patroli wilayah untuk menjaga keamanan umum.
Dampak bagi Masyarakat
Pengamanan terkoordinasi ini mencerminkan komitmen aparat dalam mendukung kebebasan berserikat dan menjaga demonstrasi tetap aman. Bagi peserta buruh, pengawalan memastikan perjalanan aman dari Banten ke Jakarta tanpa hambatan keamanan yang berarti.
Andri menekankan bahwa keberhasilan operasi merupakan hasil kerja sama seluruh personel. "Kami mengimbau agar kinerja profesional dan pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan," katanya, menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan dalam pengamanan acara sosial berskala besar.