PADANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat kenaikan rasio kredit macet perbankan di wilayahnya. Hingga Maret 2026, NPL mencapai 2,78 persen, naik tipis dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 2,51 persen.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyatakan bahwa meski terjadi peningkatan, kondisi risiko kredit perbankan masih relatif terjaga.
“Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL sebesar 2,78 persen, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Roni dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Aset Perbankan Tembus Rp86,74 Triliun
Di tengah kenaikan rasio kredit macet, industri perbankan Sumbar justru mencatat pertumbuhan positif di sisi aset. Total aset perbankan mencapai Rp86,74 triliun, tumbuh 3,77 persen secara tahunan.
Penyaluran kredit dan pembiayaan juga ikut meningkat. Hingga Maret 2026, realisasinya mencapai Rp75,50 triliun, tumbuh 2,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp62,92 triliun, melesat 9,24 persen dari posisi Maret 2025.
Kredit UMKM Masih Terkontraksi 2,08 Persen
Meski kredit secara agregat tumbuh, sektor UMKM justru mengalami kontraksi. Perbankan di Sumbar telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp30,87 triliun, atau sekitar 40,89 persen dari total kredit.
Namun secara tahunan, angka itu masih menyusut 2,08 persen. Ini menjadi catatan tersendiri di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi daerah.
Perbankan Syariah Tumbuh Dua Digit
Berbeda dengan perbankan konvensional, perbankan syariah di Sumbar mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga Maret 2026, total aset perbankan syariah mencapai Rp14,84 triliun, naik 13,30 persen secara tahunan.
Pembiayaan yang disalurkan juga tumbuh 14,68 persen menjadi Rp12,71 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) perbankan syariah tercatat lebih rendah, yakni 1,75 persen.
Menurut Roni, pertumbuhan sektor jasa keuangan di Sumbar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang pada triwulan I 2026 mencapai 5,02 persen secara tahunan.
Fakta Singkat Kredit Perbankan Sumbar per Maret 2026
- NPL perbankan konvensional: 2,78 persen (naik dari 2,51 persen)
- Total aset perbankan: Rp86,74 triliun (tumbuh 3,77 persen)
- Kredit UMKM: Rp30,87 triliun (kontraksi 2,08 persen)
- NPF perbankan syariah: 1,75 persen (lebih rendah dari NPL konvensional)
- Pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan I 2026: 5,02 persen