LUBUK BASUNG — Polemik internal di tubuh KONI Agam memasuki babak baru. Tim Supervisi KONI Sumbar yang terdiri dari tiga orang menggelar pertemuan dengan pengurus KONI Agam dan Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga di sekretariat KONI setempat, Kamis (16/7/2026). Pertemuan ini digelar untuk menjembatani perbedaan pandangan antara Pemkab Agam dan KONI Agam terkait tahapan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).
Dua Pihak Dipertemukan, Data Dikumpulkan untuk Laporan ke Padang
Ketua Tim Supervisi KONI Sumbar, Alvira, menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk memenangkan salah satu pihak. "Kehadiran tidak ada maksud apapun, hanya kita mendengar kedua belah pihak baik Pemkab Agam maupun KONI Agam dan tidak ada memutuskan salah atau benar," katanya.
Tim hanya mengumpulkan keinginan, harapan, dan data-data yang ada di lapangan. Bahan-bahan ini akan segera dilaporkan ke KONI Sumbar karena waktunya mendesak, mengingat dampaknya langsung pada persiapan Porprov 2026.
"Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam dan Ketua KONI Agam sepakat jangan sampai menganggu persiapan Porprov yang berdampak terhadap atlet," ujar Alvira yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 1 KONI Sumbar. Ia berharap kedua belah pihak saling berkoordinasi, karena komunikasi adalah kunci penyelesaian masalah ini.
KONI Agam: Semua Tahapan Sudah Sesuai ADART, Surat dari Sekda Baru Masuk di Batas Akhir
Di sisi lain, Ketua KONI Agam Edi Busti menyatakan bahwa semua tahapan Musorkab telah dijalankan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART). Rapat yang melibatkan Pengcab pun sudah dilakukan.
Namun, masalah muncul ketika surat usulan penundaan dari Sekda Agam baru masuk pada batas akhir pengembalian berkas pendaftaran, Jumat (10/7/2026) pukul 16.00 WIB. "Semua tahapan telah kita jalankan sesuai ADART dan telah dilakukan rapat dengan melibatkan Pengcab. Namun sampai batas akhir pengembalian berkas pendaftaran, masuk surat dari Sekda Agam," katanya.
Seluruh bahan dan berita acara tahapan yang telah dilalui sudah diserahkan kepada Tim Supervisi KONI Sumbar sebagai bukti.
Musorkab Tetap Jalan, Atlet Jadi Prioritas Utama
Meski ada usulan penundaan, KONI Agam memutuskan untuk terus melanjutkan tahapan. Musorkab tetap akan dilaksanakan pada awal Agustus 2026, berdasarkan keputusan rapat dengan Pengcab pada Rabu (15/7/2026). Keputusan ini diambil dengan satu pertimbangan utama: kelangsungan Porprov.
"Seluruh Pengcab memberikan dukungan untuk pelaksanaan Musorkab sesuai jadwal yang telah ditentukan agar Agam bisa melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Oktober 2026 dan atlet bisa mengikuti Porprov tersebut, karena apabila tidak dilaksanakan Musorkab maka, Agam tidak bisa mengikuti Porprov dan atlet akan menjadi korban," tegas Edi Busti.
Dengan tenggat waktu yang ketat, keputusan Tim Supervisi KONI Sumbar akan menentukan apakah Agam bisa mengirimkan atletnya ke Porprov atau tidak. Atlet dan Pengcab kini menunggu langkah selanjutnya dari Padang.