Pencarian

Kafilah Sumbar Hanya Kantongi 25 Poin di MTQN XXXI 2026, Sekda Arry Minta LPTQ Rapat Kerja Evaluasi Pembinaan

Senin, 21 September 2026 • 05:46:01 WIB
Kafilah Sumbar Hanya Kantongi 25 Poin di MTQN XXXI 2026, Sekda Arry Minta LPTQ Rapat Kerja Evaluasi Pembinaan
Sekda Sumbar Arry meminta LPTQ menggelar rapat kerja evaluasi pembinaan kafilah usai MTQN XXXI 2026.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai perolehan 25 poin kafilahnya pada MTQN XXXI 2026 sebagai sinyal perlunya pembenahan menyeluruh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry menyatakan seluruh kelemahan pada ajang tahun ini akan dibenahi untuk persiapan MTQ Nasional tahun depan.

Perolehan 25 poin itu menjadi titik terendah dalam empat penyelenggaraan terakhir. Pada MTQN XXVIII 2020, saat Sumbar bertindak sebagai tuan rumah, kafilahnya keluar sebagai juara umum dengan 75 poin.

Perjalanan Poin Sumbar dari Juara Umum 2020 ke MTQN XXXI 2026

Setelah gelar juara umum 2020, capaian Sumbar bergerak naik-turun. Pada MTQN XXIX, Sumbar berada di peringkat kelima dengan 35 poin.

Posisi kemudian merosot ke peringkat ke-11 pada MTQN XXX, meski poin yang dikumpulkan tercatat lebih tinggi, yakni 65. Pada MTQN XXXI 2026, poin kembali turun menjadi 25.

Sejumlah kafilah Sumbar masih masuk jajaran juara dan juara harapan. Meski begitu, secara keseluruhan capaian kontingen belum mampu mengembalikan posisi yang pernah diraih ketika menjadi tuan rumah enam tahun lalu.

Mengapa Tren Penurunan Ini Penting bagi Sumatera Barat

Al-Qur'an menempati posisi sentral dalam kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Sumatera Barat. Falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menempatkan nilai keagamaan sebagai salah satu fondasi kehidupan warga.

Karena itu, hasil MTQN tidak bisa dibaca semata sebagai soal menang-kalah perlombaan. Capaian tersebut juga menjadi indikator sejauh mana sistem pembinaan generasi muda dalam bidang Al-Qur'an berjalan berkelanjutan.

Pertanyaan yang muncul kemudian menyangkut keberlanjutan pola pembinaan qari, qariah, hafiz, mufassir, hingga cabang lain yang dipertandingkan di MTQ tingkat nasional.

Sekda Arry: Semua Kelemahan Tahun Ini Akan Diperbaiki

Pemprov Sumbar menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kafilah pada MTQN XXXI. Arry menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti pada pencatatan hasil akhir kompetisi.

"Kita perlu melakukan evaluasi. Semua kelemahan kita pada tahun ini akan kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk persiapan MTQ Nasional tahun depan," ujar Arry saat menghadiri penutupan MTQN XXXI.

Arry meminta LPTQ Sumbar segera menggelar rapat kerja untuk merumuskan langkah pembinaan yang lebih terarah.

"Kita minta LPTQ Sumbar segera melaksanakan rapat kerja untuk mengevaluasi hasil MTQ Nasional tahun ini," katanya.

MTQN XXXII 2027 di Jakarta Jadi Tenggat Persiapan

Evaluasi dinilai perlu dilakukan lebih awal karena MTQN XXXII 2027 akan digelar di DKI Jakarta. Waktu yang tersedia diharapkan dipakai untuk memetakan kelemahan sekaligus menyiapkan calon peserta sejak jauh hari.

Aspek yang akan dibenahi mencakup pola pembinaan, persiapan peserta, hingga strategi menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Prestasi yang Tetap Dicatat Kafilah Sumbar

Meski belum meraih juara utama, sejumlah kafilah Sumbar tetap mencatatkan prestasi pada MTQN XXXI. Ari Saputra Rahmadani meraih Juara II Golongan Kaligrafi Digital Putra.

Dzakiyah Talita Sakhi meraih Harapan I Golongan 1 Juz Tilawah Putri. Muhammad Hafzan meraih Harapan I Golongan Kaligrafi Dekorasi Putra, sedangkan Siti Nur'aini meraih Harapan I Golongan KTIQ Putri.

Prestasi juara harapan juga diraih Fahmil Quran Putri sebagai Harapan II, Hamda Sakhia Dahlan sebagai Harapan II Golongan Tartil Putri, Rindu Annisa sebagai Harapan II Golongan Kaligrafi Kontemporer Putri, serta Syarhil Putri sebagai Harapan II.

Sri Rahma Yul Insani melengkapi catatan tersebut dengan Harapan III Golongan Kaligrafi Digital Putri.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: scientia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks