BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pendidikan saat ini tidak lagi cukup berorientasi pada capaian akademik semata. Menurutnya, di tengah bonus demografi dan pesatnya perkembangan teknologi serta kecerdasan artifisial, pendidikan harus melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, beriman, berakhlak, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Minangkabau.
“Sebuah bangunan asrama bukanlah sekadar susunan bata, semen, dan atap. Ia adalah ikrar bahwa masa depan anak-anak perempuan kita akan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama pembangunan,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.
Sistem Berasrama: Bukan Sekadar Tempat Tinggal
Mahyeldi menjelaskan, sistem pendidikan berasrama dipilih karena mampu menumbuhkan nilai positif seperti disiplin, religiusitas, kemandirian, kepemimpinan, serta semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi dibangun melalui interaksi dan kebiasaan sehari-hari di lingkungan asrama.
Ia mengajak para siswi memanfaatkan kesempatan tinggal di asrama sebagai proses menempa diri. “Asrama bukanlah pembatas kebebasan. Asrama adalah kesempatan emas yang tidak semua anak Indonesia miliki untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh sejak usia muda,” tegasnya.
Investasi Jangka Panjang untuk SDM Sumbar
Gubernur menilai pembangunan asrama merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Hasilnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga akan memberi dampak bagi kemajuan daerah ketika mereka tumbuh menjadi pemimpin, profesional, akademisi, maupun pendidik.
“Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi adalah salah satu wujud nyata investasi jangka panjang. Harapan kita, dari Bukittinggi akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan masa depan Indonesia yang membawa nama harum daerah dan bangsa,” ungkap Mahyeldi.
Kolaborasi Orang Tua dan Alumni Diperkuat
Kepada para orang tua, Mahyeldi meminta agar memberikan kepercayaan penuh terhadap program tersebut. Ia memastikan pemerintah bersama pihak sekolah dan para guru akan menjadi mitra sekaligus orang tua kedua yang mendampingi para siswi selama menjalani pendidikan di lingkungan asrama.
Ia juga berharap para guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 Bukittinggi terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan sekolah, tetapi juga oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, komite, hingga alumni, untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing di Sumbar.