Pencarian

BYD Mulai Impor Komponen Lewat Patimban, Pabrik Subang Masuki Uji Coba Produksi EV

Selasa, 28 Juli 2026 • 08:55:02 WIB
BYD Mulai Impor Komponen Lewat Patimban, Pabrik Subang Masuki Uji Coba Produksi EV
Komponen mobil listrik BYD mulai dibongkar di Pelabuhan Patimban untuk langsung didistribusikan ke pabrik Subang.

SUMATERA BARAT — Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan mengonfirmasi proses trial produksi sudah berjalan untuk model yang direncanakan dirakit di fasilitas tersebut. "Kita sudah dalam proses dan trial produksi type yang memang direncanakan untuk diproduksi di fasilitas tersebut. Kami akan umumkan secara resmi bila sudah waktunya," ujar Luther melalui pesan singkat, Minggu (26/7).

Kedatangan kapal MV MSC CARLA III dari Singapura menjadi tonggak baru bagi Pelabuhan Patimban. Ini merupakan layanan impor peti kemas internasional pertama di pelabuhan tersebut. Seluruh komponen yang dibongkar langsung didistribusikan ke pabrik BYD di Kabupaten Subang tanpa melalui pelabuhan lain.

Efisiensi Rantai Pasok dari Patimban

Skema distribusi langsung ini dinilai mampu memangkas waktu pengiriman sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri kendaraan listrik di Jawa Barat. Dengan begitu, BYD tidak perlu lagi mengirim komponen dari pelabuhan besar seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak sebelum sampai ke pabrik.

Informasi kedatangan kapal dan muatan komponen itu dibagikan akun Instagram subang.info. BYD Indonesia sendiri tidak membantah kabar tersebut dan justru memanfaatkannya untuk mengonfirmasi perkembangan pabrik.

Model Apa yang Sedang Diuji Coba?

Perusahaan belum mengungkap model kendaraan yang tengah menjalani proses trial produksi maupun jadwal dimulainya produksi massal di fasilitas Subang. Luther hanya menyebut informasi tersebut akan disampaikan secara resmi pada waktu yang telah ditentukan.

Sejauh ini BYD memasarkan beberapa model EV di Indonesia seperti BYD Atto 3, Dolphin, dan Seal. Ketiganya masih diimpor utuh (CBU) dari China. Dengan adanya pabrik Subang, BYD berpotensi merakit model-model tersebut secara lokal untuk menekan harga jual dan memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dampak bagi Pasar Mobil Listrik Nasional

Masuknya BYD ke fase produksi lokal akan memperketat persaingan di segmen mobil listrik Indonesia. Saat ini Wuling dan Hyundai sudah lebih dulu merakit EV di dalam negeri. BYD dengan skala produksi massal globalnya bisa menjadi pemain dominan jika berhasil memproduksi model-model laris dengan harga lebih kompetitif.

Pelabuhan Patimban yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari pabrik BYD Subang menjadi keuntungan logistik tersendiri. Efisiensi biaya pengiriman komponen ini bisa langsung berdampak pada harga jual akhir mobil listrik BYD di Indonesia.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks