Pencarian

Produksi Batu Bara BUMA International Naik 20 Persen Jadi 17 Juta Ton, Armada Tambang Makin Andal

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:39:31 WIB
Produksi Batu Bara BUMA International Naik 20 Persen Jadi 17 Juta Ton, Armada Tambang Makin Andal
Produksi batu bara BUMA International pada kuartal II 2026 mencapai 17 juta ton, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

SUMATERA BARAT — Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi investor. Pasalnya, di balik kenaikan volume produksi, perusahaan juga berhasil menekan waktu henti alat hingga 11 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka downtime ini berhasil dipangkas hingga 22 persen.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan bahwa perbaikan ini bukan kebetulan. "Kenaikan produksi tersebut ditopang oleh peningkatan keandalan armada, utilisasi alat, dan produktivitas operasional yang terus membaik sepanjang kuartal II 2026," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/7).

Armada Tambang Makin Prima, Downtime Turun Drastis

Salah satu kunci utama keberhasilan ini adalah meningkatnya kesehatan armada. Kini, lebih dari separuh unit alat berat BUMA memiliki tingkat ketersediaan fisik (physical availability) di atas 90 persen. Angka ini naik baik secara kuartalan maupun dibandingkan tahun lalu.

Perbaikan kualitas pemeliharaan juga terlihat nyata. Kepatuhan terhadap jadwal perawatan (scheduled maintenance compliance) hampir dua kali lipat menjadi 46 persen, dari sebelumnya hanya 25 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hasilnya, jarak waktu antar kerusakan alat (mean time between stops/MTBS) meningkat 22 persen secara kuartalan, sementara waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat (mean time to repair/MTTR) berhasil dipangkas 18 persen.

Dengan alat yang lebih sehat, jam kerja alat per unit pun ikut naik 17 persen. Waktu nonproduktif juga berhasil ditekan hingga 8 persen. Kondisi cuaca yang lebih kering turut membantu, dengan berkurangnya gangguan akibat hujan dan jalan licin di area tambang.

Kontrak Berakhir, tapi Operasi Inti Justru Tumbuh

Meski kinerja kuartal II impresif, secara kumulatif semester pertama 2026, total produksi batu bara BUMA tercatat 32 juta ton atau turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak di site Binungan milik Berau Coal, site IBP milik Resource Alam Indonesia, serta site Burton milik Bowen Coking Coal di Australia.

Namun, kabar baiknya, di luar lokasi yang kontraknya berakhir, operasi inti BUMA justru menunjukkan pertumbuhan. Volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) di lokasi-lokasi tersebut meningkat sekitar 9 persen, dan produksi batu bara naik 4 persen. Ini membuktikan bahwa fundamental bisnis perusahaan tetap sehat.

Iwan menambahkan, berbagai langkah efisiensi yang dijalankan selama setahun terakhir mulai membuahkan hasil nyata. "Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan telah memberikan hasil, bahkan di tengah penurunan pendapatan dan lonjakan harga bahan bakar yang signifikan," jelasnya.

Ke depan, perusahaan akan terus fokus pada disiplin biaya, menjaga belanja modal, dan mengelola eksposur harga bahan bakar demi memperkuat arus kas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks