Pencarian

Masjid Al-Akbar Surabaya Siap Gelar IGIC 2026, Menag: Jatim Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia

Senin, 03 Agustus 2026 • 13:42:31 WIB
Masjid Al-Akbar Surabaya Siap Gelar IGIC 2026, Menag: Jatim Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia
Ribuan jamaah memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya untuk mengikuti Istighatsah dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut IGIC 2026.

SUMATERA BARAT — Puluhan ribu orang memadati area Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya sejak siang hingga sore. Mereka mengikuti Istighatsah dan Tabligh Akbar, pemanasan menuju konferensi imam dunia tahun depan. Acara ini bukan sekadar pengajian biasa, melainkan deklarasi kuat tentang peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.

Jatim Jadi Etalase Islam Moderat Indonesia

Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyebut Jawa Timur memiliki modal sosial yang lengkap untuk ditunjukkan ke dunia internasional. Ulama, pesantren, organisasi keagamaan, hingga pemerintah daerah disebutnya sebagai kekuatan kerukunan yang teruji.

“Jawa Timur memiliki modal sosial yang kuat melalui ulama, pesantren, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat yang dapat menjadi kekuatan kerukunan nasional. Dari Jawa Timur kita ingin menunjukkan bahwa Islam yang kuat dapat berjalan bersama nasionalisme yang kuat dan kerukunan yang kuat,” ujarnya di hadapan jamaah.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Provinsi ini memiliki sejarah panjang toleransi antarumat beragama, dengan Masjid Al-Akbar yang berdiri megah di tengah kota sebagai simbolnya. Bagi wisatawan religi, kawasan ini menawarkan pengalaman spiritual sekaligus arsitektural yang sulit ditemukan di tempat lain.

Rangkaian Acara Menyambut Konferensi Imam Dunia

Kegiatan yang digelar Minggu (2/8/2026) ini terbagi dalam dua format. Pertama, Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 20.000 jamaah dari berbagai daerah. Kedua, Seminar Nasional bertema Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace yang diikuti 500 peserta.

Seminar tersebut mempertemukan imam masjid, akademisi, pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat. Diskusi yang berlangsung di kompleks masjid ini membahas bagaimana masjid bisa berperan lebih dari sekadar tempat ibadah—menjadi pusat diplomasi dan pendidikan perdamaian.

Ketua Steering Committee IGIC 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk membangun ekosistem perdamaian yang bisa diadopsi negara lain. “Bridging to IGIC 2026 bukan sekadar seremoni, tetapi momentum menyatukan kekuatan imam, ulama, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perdamaian yang dapat menjadi inspirasi dunia,” katanya.

Mengapa Masjid Al-Akbar Menjadi Titik Kumpul?

Lokasi masjid di pusat Kota Surabaya memudahkan akses bagi jamaah dari seluruh Jawa Timur. Masjid dengan kubah biru khas ini dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, dengan daya tampung hingga puluhan ribu jamaah. Bagi pengunjung dari luar kota, masjid ini berjarak sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Juanda.

Ketua Panitia IGIC 2026, H. Faried F. Saenong, Ph.D., menambahkan bahwa Indonesia punya pengalaman panjang dalam mengelola keberagaman. “Pengalaman inilah yang akan kita hadirkan sebagai kontribusi nyata bagi perdamaian global melalui IGIC 2026,” ujarnya.

Pesan untuk Imam Masjid Se-Indonesia

Salah satu poin penting yang disampaikan Menteri Agama adalah peran imam masjid yang harus melampaui tugas ritual. Para imam didorong menjadi pemimpin peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” tegas Nasaruddin Umar.

Pesan ini relevan bagi wisatawan yang tengah merencanakan liburan religi ke Surabaya. Masjid Al-Akbar tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga atmosfer keislaman yang hidup. Koordinator Pelaksana, H. Mas’ud Halimin, M.Ag., mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang sejak siang. “Kehadiran puluhan ribu jamaah dan ratusan peserta seminar menunjukkan bahwa semangat ukhuwah, persatuan, dan cinta damai hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Rencana Kunjungan ke Masjid Al-Akbar

Bagi traveler yang ingin merasakan suasana serupa, Masjid Nasional Al-Akbar terbuka untuk umum setiap hari. Tidak ada biaya masuk untuk beribadah atau sekadar berwisata religi. Waktu terbaik berkunjung adalah saat salat berjamaah atau acara keagamaan besar, ketika atmosfer kebersamaan terasa paling kental.

Rangkaian kegiatan Bridging to IGIC 2026 ditutup dengan Istighatsah yang dipimpin langsung Menteri Agama. Dari Surabaya, pesan yang mengemuka sederhana namun dalam: “Dari Masjid untuk Indonesia, dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia.” Bagi yang ingin menyaksikan kelanjutan acara ini, IGIC 2026 akan digelar tahun depan dengan skala lebih besar, mempertemukan para imam dari berbagai negara. Informasi terkini mengenai jadwal dan partisipasi dapat dipantau melalui kanal resmi Kementerian Agama dan panitia penyelenggara.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uinsgd.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks