Pencarian

Ekspor Sumatera Barat Tumbuh 22,33 Persen Sepanjang Semester I 2026, Minyak Sawit Masih Jadi Andalan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 15:08:01 WIB
Ekspor Sumatera Barat Tumbuh 22,33 Persen Sepanjang Semester I 2026, Minyak Sawit Masih Jadi Andalan
Petugas memeriksa dokumen ekspor di pelabuhan saat nilai ekspor Sumatera Barat tumbuh 22,33 persen pada semester I 2026.

PADANG — Kinerja ekspor Sumatera Barat (Sumbar) pada paruh pertama 2026 mencatatkan pertumbuhan menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar menunjukkan nilai ekspor kumulatif Januari–Juni mencapai US$1,568 miliar, atau melesat 22,33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Lonjakan paling tajam terjadi pada Juni 2026. Nilai ekspor bulan itu tembus US$386,41 juta, meningkat 47,85 persen dari Juni tahun lalu sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk bulanan sepanjang semester pertama.

Kontribusi Minyak Sawit Capai 85 Persen dari Total Ekspor

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengungkapkan pertumbuhan ini ditopang kuat oleh kinerja komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati. Kelompok ini masih mendominasi struktur ekspor daerah dengan kontribusi mencapai 85,39 persen.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Sumatera Barat selama Januari hingga Juni 2026 mengalami pertumbuhan 22,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati yang masih menjadi penyumbang terbesar," kata Nurul Hasanudin, Rabu (5/8/2026).

Nilai ekspor untuk kelompok komoditas unggulan ini mencapai US$1,338 miliar, naik 25,05 persen dibandingkan semester I 2025. Selain itu, produk kimia dan karet juga mencatatkan peningkatan.

Kopi, Teh, dan Rempah Justru Anjlok 44 Persen

Di tengah tren positif, sejumlah komoditas lain justru mengalami koreksi dalam. Ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah tercatat merosot hingga 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pelemahan ini turut menekan kinerja sektor pertanian yang masih mengalami kontraksi.

Kondisi berbeda terjadi pada sektor industri pengolahan yang tetap menjadi penopang utama. Kontribusinya terhadap total ekspor Sumbar mencapai 96,81 persen dengan pertumbuhan nilai 26,23 persen. Sektor pertambangan juga mencatatkan peningkatan signifikan.

India, Pakistan, dan Tiongkok Kuasai Pasar Tujuan

Dari sisi negara tujuan, India masih menjadi pasar utama dengan nilai ekspor US$385,12 juta. Pakistan menyusul di posisi kedua dengan US$239,84 juta, dan Tiongkok di posisi ketiga dengan US$201,09 juta. Ketiga negara tersebut menyerap lebih dari separuh total ekspor Sumbar pada semester I 2026.

Nurul menilai capaian ini menunjukkan daya saing produk ekspor asal Sumbar, khususnya komoditas berbasis industri pengolahan sawit, masih terjaga di pasar global. Meski begitu, ia mengingatkan perlunya diversifikasi komoditas dan perluasan pasar agar pertumbuhan bisa lebih berkelanjutan ke depan.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks