PADANG — Sejumlah tamu menikmati hidangan kuliner khas Minang saat Makan Bajamba di Padang, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026). Tradisi makan bersama khas Minangkabau ini dikemas dalam balutan modern oleh Pemkot Padang sebagai upaya diplomasi budaya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah kota dalam mendukung program "Padang Menuju Kota Gastronomi UNESCO". Melalui tradisi ini, kekayaan kuliner Minang tidak hanya disajikan sebagai hidangan, tetapi juga sebagai identitas budaya yang hidup dan dirayakan.
Bukan Sekadar Makan, Melainkan Filosofi Budaya
Makan Bajamba memiliki makna lebih dalam daripada sekadar aktivitas mengisi perut. Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap tamu. Dalam pelaksanaannya, para peserta duduk bersila dalam satu barisan memanjang, menikmati hidangan yang telah disajikan di atas dulang.
Konsep modern yang diusung Pemkot Padang tetap mempertahankan esensi utama tradisi ini. Tamu undangan yang hadir tampak antusias mengikuti prosesi makan bersama yang sarat akan nilai filosofis tersebut.
Strategi Jitu Mengangkat Kuliner Minang ke Kancah Global
Langkah Pemkot Padang ini dinilai strategis dalam memperkenalkan kuliner Minang ke dunia internasional. Pengakuan UNESCO terhadap suatu kota gastronomi tidak hanya berdasarkan cita rasa makanan, tetapi juga bagaimana kuliner tersebut terhubung erat dengan tradisi, sejarah, dan identitas masyarakat setempat.
Dengan menghadirkan Makan Bajamba dalam berbagai kesempatan, termasuk untuk tamu-tamu penting, Pemkot Padang menunjukkan bahwa kuliner Minang adalah paket lengkap. Bukan hanya soal rendang atau sate Padang yang lezat, melainkan juga tentang tata cara penyajian dan filosofi di baliknya.
Dukungan terhadap pencanangan Kota Gastronomi UNESCO ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Padang. Pengakuan internasional akan menjadi daya tarik besar bagi wisatawan mancanegara untuk datang dan merasakan langsung pengalaman budaya yang otentik.
Kegiatan Makan Bajamba modern ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal tidak tergerus zaman. Justru dengan kemasan yang tepat, tradisi bisa menjadi kekuatan utama dalam persaingan global.