PADANG — Peristiwa perselisihan yang melibatkan Perwira Polri dengan pengemudi di Jalan Adinegoro Lubuk Buaya, Padang, Jumat (7/8), dijadikan bahan evaluasi serius internal Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin memastikan kasus ini menjadi momentum perbaikan sikap seluruh personel.
"Peristiwa ini adalah pelajaran berharga bagi seluruh personel Polda Sumbar, termasuk bagi saya sendiri, tanpa terkecuali," kata Solihin dalam jumpa pers di Padang, Senin.
Permintaan Maaf dan Perdamaian dengan Korban
Dalam kesempatan itu, Solihin yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kabid Propam menyampaikan permintaan maaf secara tulus kepada pihak pengemudi dan publik atas insiden yang viral di media sosial tersebut.
"Peristiwa ini adalah momen bagi kami untuk melakukan introspeksi internal, tidak boleh terulang kembali," tegas jenderal bintang satu itu.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Bill Irzano yang telah membuka hati dan memaafkan Kombes Pol Teddy Fanani. Persoalan antara keduanya dinyatakan selesai secara kekeluargaan dan berdamai.
Kronologi Perselisihan di Jalan Adinegoro
Insiden bermula saat Kombes Pol Teddy dan Bili sama-sama dalam perjalanan menuju bandara menggunakan mobil masing-masing. Keduanya berselisih di tengah perjalanan di kawasan Lubuk Buaya, Padang.
Peristiwa itu sempat menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar di media sosial. Namun setelah dilakukan pertemuan, pihak korban bersedia memaafkan dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Langkah Antisipasi Agar Kejadian Tak Terulang
Solihin mengingatkan seluruh personel Polri di wilayah Sumbar agar profesional dan sabar ketika berinteraksi dengan masyarakat. Ia menegaskan setiap pelanggaran akan diproses sesuai aturan, mengikuti sikap Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumbar akan melakukan pengawasan melekat kepada anggota serta memperbanyak pengarahan tentang sikap, profesionalitas, dan etik secara bertingkat mulai dari tingkat Polsek hingga Polda.
"Peristiwa ini adalah pelajaran berharga bagi seluruh personel Polda Sumbar, termasuk bagi saya sendiri, tanpa terkecuali," ujarnya menegaskan komitmen institusi untuk berada pada peran sejatinya melindungi dan melayani masyarakat.