SUMATERA BARAT — Classy Modifest 2026 resmi menuntaskan rangkaian acaranya di Yogyakarta pada akhir Juni lalu. Dari ribuan peserta yang tersebar di lima kota, Yamaha Indonesia akhirnya memilih satu pemenang Best of The Best Modification untuk masing-masing kota. Penilaiannya bukan main-main: para juri melihat detail pengerjaan, orisinalitas ide, dan eksekusi teknis di lapangan, bukan sekadar tempel stiker.
Lima motor yang menang punya pendekatan desain yang sangat berbeda satu sama lain. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Grand Filano Hybrid, yang diklaim Yamaha sebagai skutik paling irit di kelasnya dengan konsumsi 60,1 km/liter, ternyata punya kanvas yang fleksibel untuk berbagai gaya modifikasi.
Lima Konsep Berbeda, Satu Standar Eksekusi Tinggi
Menariknya, tidak ada satu pun tema yang sama di antara kelima pemenang. Ini membuktikan juri tidak mencari pola tertentu, melainkan kualitas pengerjaan dan keselarasan konsep secara menyeluruh. Berikut rincian lima karya yang berhasil membawa pulang gelar tersebut:
- Urban Rally (Makassar) — Karya Irmansyah Nurdin ini tampil simpel namun rapi. Kombinasi blok warna merah-putih kontras dengan stripping oranye tipis serta angka "5" bergaya balapan memperkuat karakter. Velg wheeldop dan knalpot custom stainless melengkapi kesan fungsional ala mobil rally.
- Rock and Roll (Surabaya) — Christian Bobby Chandra memilih dominasi hitam dengan grafis white flame di bodi samping bawah. Cover lampu checkerboard hitam-putih dan aksen chrome pada velg, suspensi depan, serta knalpot metal membuat nuansa rock-nya terasa kental.
- Donald Duck Sport (Bali) — I Kadek Gunawa menggabungkan tema kartun animasi dengan elemen balap. Livery biru-kuning khas Donald Duck dipadukan dengan velg palang emas, knalpot racing, serta aksen serat karbon di dek kaki dan cover CVT. Ini bukti modifikasi bertema lucu pun bisa dieksekusi dengan standar sporty.
- Racing Look Japanese Art (Jawa Tengah) — Enggarino Diambona dari Team Blastoise menghadirkan perpaduan estetika Jepang dan racing. Grafis ombak, bunga sakura, ilustrasi Daruma, dan Maneki-neko di atas bodi, ditambah velg multi-spoke emas serta upgrade suspensi dan sistem pengereman, membuat aura balapnya kuat tanpa kehilangan sisi seni.
- Royal Heritage Mooneyes (Bandung) — Pemenang dari Kota Kembang ini tampil paling mewah. Bodi hitam glowing dengan aksen kuning keemasan, pinstriping rumit, dan tipografi klasik yang anggun memberi kesan ala Royal Emperor. Slogan "Go! With Moon!!" di dek kaki menegaskan identitas gaya Mooneyes.
Yang Perlu Diperhatikan dari Event Ini
Perlu dicatat, ajang ini adalah kompetisi modifikasi, bukan uji performa mesin. Meski para pemenang dinilai dari detail dan eksekusi teknis, tidak ada informasi mengenai perubahan pada sektor dapur pacu. Jadi bagi Anda yang berniat menjadikan salah satu gaya ini sebagai referensi, fokuslah pada aspek visual dan kelistrikan—bukan peningkatan tenaga.
Selain itu, kelima motor ini menggunakan basis Grand Filano Hybrid standar. Artinya, semua tambahan part seperti knalpot racing dan velg aftermarket adalah modifikasi eksternal yang tidak mengubah sistem hybrid-nya. Ini penting untuk diketahui karena konsumsi irit 60,1 km/liter yang diklaim Yamaha bisa berubah drastis jika komponen pendukung mesin ikut diubah.
Verdict: Inspirasi Visual yang Kuat, Bukan Patokan Performa
Bagi pemilik Grand Filano Hybrid yang sedang mencari arah modifikasi, kelima karya ini adalah referensi visual yang sangat baik. Mereka menunjukkan bahwa skutik kelas 125cc pun bisa tampil personal dan berkarakter. Namun, ingat bahwa gelar Best of The Best ini murni penilaian estetika dan kerapian pengerjaan.
Jika Anda mengejar tampilan yang menonjol di jalanan perkotaan, gaya Urban Rally dari Makassar atau Royal Heritage dari Bandung bisa jadi pilihan aman. Sementara jika ingin terlihat beda dan playful, pendekatan Donald Duck Sport dari Bali patut dipertimbangkan. Yang jelas, kelima motor ini membuktikan bahwa Grand Filano Hybrid bukan sekadar alat transportasi—ia adalah kanvas bagi pemiliknya untuk berekspresi.