Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, resmi membentuk Kampung Sanitasi di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memutus rantai stunting. Pembentukan ini menjadi bagian dari intervensi lintas sektor setelah angka stunting di kota tersebut turun dari 20,3 persen pada 2021 menjadi 15,7 persen pada 2024.
PARIAMAN — Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan pembangunan kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), aparatur desa, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat.
"Membangun kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, dibutuhkan kerjasama dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat," kata Yota di Pariaman, Sabtu.
Sanitasi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting
Yota menjelaskan penurunan angka stunting di Pariaman menunjukkan efektivitas intervensi lintas sektor. Angka stunting terus turun dari 20,3 persen pada 2021, menjadi 18,4 persen pada 2022, lalu 17,7 persen pada 2023, dan mencapai 15,7 persen pada 2024.
"Penurunan ini menunjukkan efektivitas intervensi lintas sektor serta komitmen kuat Pemerintah Kota Pariaman dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi gizi spesifik dan sensitif," ujarnya.
Pencanangan Kampung Sanitasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut. Sanitasi yang baik mendukung terciptanya lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Lima Pilar STBM Jadi Fokus Pembinaan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis menyebut derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi kondisi lingkungan tempat tinggal. Air bersih, pengelolaan sampah, kebersihan rumah, pemberantasan sarang nyamuk, dan perilaku hidup bersih menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan kesehatan.
"Air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, kebersihan rumah dan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, serta perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kesehatan," kata dia.
Ketua HAKLI Kota Pariaman Syaiful Indra menambahkan program yang dijalankan di Desa Koto Marapak berfokus pada pencapaian maksimal lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pihaknya mengusung slogan "AYOK GAS" atau Ayo Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan tema 'Putus Rantai Stunting Dengan Sanitasi'.
Tanggung Jawab Lingkungan Bagian dari Nilai Kehidupan
Yota mengingatkan menjaga sanitasi dan lingkungan merupakan penerapan nilai-nilai kehidupan yang baik. Membuang sampah sembarangan, mencemari air, atau membiarkan lingkungan kotor berarti mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Kalau kita membuang sampah sembarangan, mencemari air, membiarkan lingkungan kotor atau tidak menjaga kebersihan rumah ibadah, berarti masih ada tanggung jawab kita terhadap lingkungan yang belum kita tunaikan," katanya.
Melalui Kampung Sanitasi yang dicanangkan Jumat lalu, pemerintah kota tidak hanya ingin masyarakat memahami pentingnya lingkungan sehat, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye GERMAS dan Program Bina Lingkungan HAKLI menjadi langkah strategis mendukung pengentasan berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting.