Galodo yang menerjang Kota Padang Panjang memutus akses Jalan Lingkar Selatan Islamic Centre dan merusak sejumlah jembatan, memutus konektivitas warga. Tim Supervisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pascabencana Sumatera Barat turun langsung meninjau lokasi untuk mendorong percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut.
PADANG PANJANG — Kerusakan infrastruktur akibat galodo di Kota Padang Panjang memaksa Tim Supervisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pascabencana Sumatera Barat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak, Senin. Jalan Lingkar Selatan Islamic Centre yang putus dan dua jembatan yang tidak layak menjadi prioritas penanganan agar aktivitas warga segera pulih.
Ketua Tim Supervisi Rehab Rekon Pascabencana Sumbar, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, menyampaikan bahwa dampak kerusakan tidak hanya soal fisik infrastruktur, tetapi juga mobilitas harian masyarakat.
Empat Titik Kritis yang Ditinjau Tim
Dalam peninjauan tersebut, tim menyasar lokasi-lokasi yang dinilai paling vital. Jalan Lingkar Selatan Islamic Centre menjadi perhatian utama karena aksesnya terputus total, menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Selain itu, jembatan di Kelurahan Ekor Lubuk dan Ngalau juga mengalami kerusakan. Kondisi Jembatan Kembar disebut tidak lagi layak fungsi setelah diterjang material galodo, sementara hunian tetap (huntap) di depan Rusunawa turut menjadi bagian dari pemantauan.
"Jalan Putus Menghambat Aktivitas Masyarakat"
Yopie menegaskan bahwa pemulihan jalan dan jembatan adalah kebutuhan mendesak. Ia menyebut kondisi jalan yang putus berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.
"Kita mendorong percepatan rehab rekon, khususnya infrastruktur yang terdampak. Apalagi ada jalan yang putus, tentu ini menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi seperti ini harus segera ditangani," tegas Yopie.
Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar bagi tim untuk mengadvokasi kebutuhan daerah ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini diambil agar penanganan yang memerlukan dukungan anggaran lebih lanjut dapat segera direalisasikan.
Pemkot Diminta Lengkapi Proposal Dukungan
Yopie meminta Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat koordinasi internal dan melengkapi proposal beserta data dukung kebutuhan anggaran. Kelengkapan administrasi dinilai penting agar usulan daerah lebih mudah diperjuangkan di tingkat pusat.
"Pemda tentu harus terus berkoordinasi mengenai apa saja yang dibutuhkan, baik dari sisi pendanaan maupun proposal. Semakin lengkap data dan usulannya, tentu akan semakin mudah untuk kita dorong tindak lanjutnya," jelasnya.
Wali Kota: Perbaikan Infrastruktur Prioritas Utama
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengapresiasi respons cepat tim supervisi. Ia berharap hasil kunjungan tersebut mampu mempercepat proses pemulihan berbagai infrastruktur yang rusak pascabencana.
"Kita berharap hasil peninjauan ini dapat segera ditindaklanjuti. Pemkot akan terus berkoordinasi dan menyiapkan apa yang dibutuhkan, sehingga dukungan untuk pemulihan infrastruktur dapat segera diperoleh dan infrastruktur yang terdampak bisa segera diperbaiki," ujar Hendri.
Menurut Hendri, perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas warga. Pemulihan infrastruktur ini diharapkan mengembalikan roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Padang Panjang seperti sedia kala.