Pencarian

Program Release Stunting di Cakung: 46,7 Persen Anak Berhasil Keluar dari Kondisi Stunting

Kamis, 03 September 2026 • 19:08:31 WIB
Program Release Stunting di Cakung: 46,7 Persen Anak Berhasil Keluar dari Kondisi Stunting
Sebanyak 7 dari 15 anak peserta Program Release Stunting di Cakung dinyatakan berhasil keluar dari kondisi stunting.

SUMATERA BARAT — Program Release Stunting yang digagas Universitas Terbuka (UT) bersama pemerintah kelurahan setempat memasuki babak penting di awal 2026. Pendampingan yang melibatkan pemantauan kesehatan secara berkala ini berhasil membawa perubahan signifikan bagi status gizi anak-anak di wilayah Cakung.

7 dari 15 Anak Berhasil Capai Status Release Stunting

Keberhasilan ini bukan instan. Selama periode pendampingan, kondisi kesehatan dan tumbuh kembang setiap anak dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan. Hasil pemantauan ini menjadi dasar evaluasi yang objektif.

Data menunjukkan, dari total 15 anak yang menjadi peserta, sebanyak 7 anak dinyatakan memenuhi kriteria release stunting. Artinya, status gizi mereka sudah membaik dan tumbuh kembangnya berada di jalur yang sesuai dengan usianya.

Apa Saja yang Dilakukan dalam Program Pendampingan Ini?

Program ini tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal. Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi:

  • Pemantauan berkala oleh tenaga kesehatan untuk melihat perkembangan berat badan, tinggi badan, dan indikator kesehatan lainnya.
  • Evaluasi berkelanjutan untuk menentukan langkah intervensi yang tepat bagi setiap anak.
  • Dukungan dan edukasi bagi orang tua agar pola asuh dan pemenuhan gizi di rumah semakin baik.

Peran Aktif Orang Tua dan Kolaborasi banyak Pihak

Lurah Cakung, Yasir Habib, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat agar hasilnya maksimal.

"Penanganan stunting membutuhkan peran bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan keluarga. Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak yang mencapai tumbuh kembang optimal dan terbebas dari stunting," ujar Yasir Habib dalam keterangannya.

Peran keluarga, terutama ibu, menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Konsistensi orang tua dalam menerapkan pola asuh dan asupan gizi yang dianjurkan sangat menentukan efektivitas pendampingan yang dilakukan tenaga kesehatan.

Bagaimana Nasib Anak yang Belum Memenuhi Kriteria?

Kabar baiknya, program ini tidak berhenti di tengah jalan. Sebanyak 8 anak yang belum mencapai status release stunting akan tetap mendapatkan pendampingan lanjutan.

Ini menunjukkan komitmen program untuk tidak meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan dukungan ekstra. Pendampingan lanjutan ini difokuskan untuk mengejar ketertinggalan tumbuh kembang mereka agar bisa optimal seperti teman-teman seusianya.

Kapan Orang Tua Perlu Lebih Waspada?

Meski program ini berjalan baik, orang tua di rumah tetap perlu aktif memantau tumbuh kembang si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau kader posyandu jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Berat badan anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut.
  • Tinggi badan anak jauh di bawah standar anak seusianya.
  • Anak terlihat lesu, kurang aktif, atau mengalami sakit berulang.

Deteksi dini adalah langkah paling efektif. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, tumbuh kembang anak bisa dikembalikan ke jalur yang benar sebelum terlambat.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ogindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks