Pencarian

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Sabtu, 26 September 2026 • 13:21:01 WIB
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup
Jenazah korban terakhir banjir bandang Solok ditemukan di belakang Kantor Bupati Solok.

Tim SAR gabungan menemukan Agusra, korban terakhir yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah ditemukan di belakang Kantor Bupati Solok, mengakhiri operasi pencarian dan pertolongan yang berlangsung lima hari. Dengan temuan itu, tidak ada lagi korban yang menjadi target pencarian dalam operasi SAR khusus banjir bandang di wilayah tersebut.

SOLOK — Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin menyatakan korban kedua bernama Agusra ditemukan pada hari kelima operasi pencarian. Sebelumnya, korban pertama bernama Daffa ditemukan pada hari pertama operasi.

Sejak banjir bandang terjadi, dua orang dilaporkan hilang. Keduanya kini telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Ditemukan di Belakang Kantor Bupati Solok

Agusra ditemukan pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasi penemuan berada di belakang Kantor Bupati Solok.

"Pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal dan pada Jumat pukul 11.00 WIB korban kedua bernama Agusra sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Noer Isrodin di Solok, Jumat.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan potensi SAR lainnya terlibat dalam pencarian sejak hari pertama pascabencana. Operasi berjalan lima hari sebelum korban terakhir ditemukan.

Operasi SAR Khusus Dinyatakan Selesai

Dengan ditemukannya Agusra, Basarnas memastikan tidak ada lagi target pencarian dalam operasi SAR khusus banjir bandang di Kabupaten Solok.

"Sudah tidak ada target ataupun korban yang harus kita lakukan pencarian dan penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai," ujarnya.

Meski operasi khusus dihentikan, Basarnas bersama potensi SAR tetap bersiaga di wilayah terdampak bencana. Personel ditempatkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak.

Personel Tetap Standby di Wilayah Terdampak

Noer Isrodin menegaskan personel Basarnas dan potensi SAR tetap berada di lokasi untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat mendesak," katanya.

Masyarakat dapat melaporkan apabila terdapat informasi baru terkait korban maupun kondisi yang membutuhkan penanganan tim SAR di wilayah terdampak banjir bandang.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks