SUMATERA BARAT — Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026 di Sam Poo Kong Semarang, Sabtu (26/9/2026). Acara bertema "Two Shores, One Story, One Connection" itu menyandingkan jejak pelayaran Cheng Ho dengan kecanggihan QRIS. Kolaborasi budaya dan teknologi ini jadi cara cerdas memajukan ekonomi.
Sejarah maritim Nusantara dan sistem pembayaran digital ternyata punya benang merah yang menarik untuk ditelusuri. Lewat edukasi QRIS di kawasan Sam Poo Kong, Bank Indonesia Jawa Tengah menunjukkan keduanya bukan dua hal yang bertolak belakang. Berikut empat alasan kenapa kisah Cheng Ho tetap relevan dengan dompet digital masa kini.
1. Jejak Cheng Ho dan Semangat Menjangkau Antarwilayah
Pelayaran Cheng Ho dikenal sebagai simbol konektivitas lintas kawasan, dari Tiongkok hingga pesisir Jawa. Semangat itu sejalan dengan misi QRIS Antarnegara yang menghubungkan sistem pembayaran lintas negara. Keduanya sama-sama soal memperluas jangkauan, bukan sekadar bertahan di wilayah sendiri.
2. QRIS Antarnegara Menang 50-in5 Awards 2026
Inovasi QRIS Antarnegara sukses menyabet penghargaan bergengsi 50-in5 Awards 2026 di kancah internasional. Sistem ini diakui global karena sifatnya yang inklusif dan interoperable. Pengakuan itu jadi bukti transformasi dompet digital Indonesia tak cuma jago di kandang sendiri.
3. Transaksi QRIS Jawa Tengah Tembus 870,01 Juta
Hingga Juli 2026, QRIS Jawa Tengah mencatat 870,01 juta transaksi dengan nilai putaran uang mencapai Rp73,45 triliun. Angka itu menunjukkan adopsi pembayaran digital di daerah berjalan nyata, bukan sekadar wacana. Pemerataan digitalisasi pun terus didorong ke sektor pemerintahan lewat apresiasi Transaksi Non Tunai (TNT) Awards.
4. TNT Awards Genjot Pendapatan Asli Daerah
Apresiasi Transaksi Non Tunai (TNT) Awards digelar untuk mendorong instansi pemerintah beralih ke pembayaran digital. Langkah ini bertujuan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat transaksi yang lebih rapi dan terukur. Digitalisasi pemerintahan jadi kunci agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas.
Sejarah, kekayaan budaya, dan kecanggihan teknologi bisa dirajut jadi satu solusi untuk memajukan ekonomi. Perpaduan itu yang ditunjukkan lewat edukasi QRIS di Sam Poo Kong, tempat jejak Cheng Ho dan inovasi pembayaran bertemu.