Pencarian

Peran Ayah Cegah Stunting: Kelas Khusus untuk 40 Ayah di Kupang

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:50:01 WIB
Peran Ayah Cegah Stunting: Kelas Khusus untuk 40 Ayah di Kupang
ayah mengikuti Father Involvement Class di Kelurahan Bello, Kota Kupang.

SUMATERA BARAT — Keterlibatan ayah dalam pengasuhan terbukti memperkuat upaya pencegahan stunting pada anak balita. Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana menggelar Father Involvement Class di Kelurahan Bello, Kota Kupang, yang diikuti 40 ayah. Berikut rincian kegiatan dan cara menerapkannya di rumah.

Program bertema "Penguatan Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga" ini mendapat dukungan Pemerintah Kelurahan Bello. Tujuannya sederhana: mengingatkan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas ibu.

Mengapa Ayah Perlu Terlibat dalam Pencegahan Stunting

Ketua tim pengabdian, Syahrir, S.Kep., M.Si., menjelaskan bahwa edukasi soal stunting selama ini lebih banyak diarahkan kepada ibu. Padahal, ayah memegang peran kunci dalam keluarga.

"Ayah memiliki peran penting sebagai pengambil keputusan di dalam keluarga, pemberi dukungan emosional dan ekonomi, serta pendamping dalam proses tumbuh kembang anak," ujar Syahrir.

Dukungan ayah mencakup pemenuhan gizi hingga pendampingan tumbuh kembang anak. Ketika ayah dan ibu bergerak bersama, upaya pencegahan stunting jadi jauh lebih kuat.

Materi yang Dipelajari Para Ayah

Dalam kelas ini, peserta mendapat edukasi soal berbagai bentuk keterlibatan ayah. Materinya mencakup dukungan kepada ibu dalam pengasuhan, mendampingi anak saat makan, hingga mengikuti pemantauan tumbuh kembang di posyandu.

Para ayah juga diajak berpartisipasi menyiapkan makanan bergizi untuk keluarga. Mereka diperkenalkan pada pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari menu harian yang sehat dan terjangkau.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Ada diskusi kelompok, simulasi pemberian makan, dan latihan menyusun menu. Metode ini memberi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman soal pola pengasuhan di keluarga masing-masing.

Kampanye "Ayah Peduli Stunting"

Tim FKKH Undana memperkenalkan kampanye dengan slogan "Ayah hadir, ayah peduli, ayah terlibat." Kampanye ini ingin menegaskan bahwa kehadiran ayah bukan sekadar soal ekonomi.

Ayah diharapkan terlibat langsung dalam pengasuhan, mendukung kesehatan ibu dan anak, serta memastikan kebutuhan tumbuh kembang anak terpenuhi. Bentuknya bisa lewat hal sederhana sehari-hari.

  • Menemani anak makan
  • Membantu memilih makanan bergizi
  • Menghadiri kegiatan posyandu
  • Berdiskusi dengan ibu soal perkembangan kesehatan anak

Siapa Saja yang Terlibat

Program ini melibatkan tim dosen FKKH Universitas Nusa Cendana. Syahrir, S.Kep., M.Si. bertindak sebagai ketua tim, dengan anggota Dr. Audrey Gracelia Riwu, S.Kep., Ns., M.Imun.; Insani Fitrahulil Jannah, S.K.M., M.Biomed.; dan dr. Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani, M.Biomed.

Rahel Rara Woda, S.Si., M.K.M. hadir sebagai narasumber. Kegiatan juga didukung tenaga kependidikan Jean Carolyn V. Sir, S.K.M., serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKKH Undana. Program ini memperoleh pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana.

Harapan Pemerintah Kelurahan Bello

Pemerintah Kelurahan Bello menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang menyasar langsung para ayah balita. Mereka berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah acara selesai.

Peserta diharapkan menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Selain itu, mereka bisa membagikan informasi dan pengalaman kepada keluarga maupun tetangga di lingkungan tempat tinggal.

Yang Bisa Ibu dan Ayah Lakukan di Rumah

Keterlibatan ayah bisa dimulai dari kebiasaan kecil. Ajak pasangan untuk bergantian menyuapi anak, menemani ke posyandu, atau ikut menentukan menu makan keluarga.

Libatkan ayah dalam diskusi soal perkembangan anak. Ketika ayah tahu berat badan dan tinggi anak, dia lebih mudah ikut memantau apakah pertumbuhannya sesuai usia.

Manfaatkan bahan pangan lokal di sekitar rumah untuk menyusun menu bergizi. Telur, ikan, tempe, dan sayuran hijau bisa jadi pilihan murah yang tetap memenuhi kebutuhan gizi anak.

Pencegahan stunting jadi lebih efektif ketika ayah dan ibu berjalan seiring. Ayah yang hadir dan terlibat memberi anak lebih dari sekadar nafkah — dia memberi fondasi tumbuh kembang yang kuat sejak dini.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks