PADANG — Ketua Panitia Pelaksana Musda SatuPena Sumbar, Armaidi Tanjung, menyatakan seluruh rangkaian persiapan telah dimatangkan sebelum forum dibuka. Sembilan nama yang masuk bursa berasal dari penjaringan lewat grup WhatsApp dan Google Form anggota, bukan hasil penetapan pengurus.
Dari rekapitulasi awal, sepuluh nama sempat terjaring termasuk nama Ketua DPD SatuPena Sumbar saat ini, Sastri Bakry. Setelah dimusyawarahkan, anggota sepakat menetapkan sembilan nama di luar dirinya sebagai nominasi.
Sembilan Nama Bursa Calon Ketua DPD SatuPena Sumbar
Berdasarkan urutan abjad, kesembilan nominasi tersebut adalah Armaidi Tanjung, Dilla, Hasanuddin, Leni Marlina, Pinto Janir, Ranti Arastri, Rita Novita, Yozarwadi Usama Putra, dan Yurnaldi. Kesembilan nama disebut sebagai penulis dan tokoh literasi yang kuat di bidangnya masing-masing.
Pemungutan suara daring untuk menjaring nama-nama itu berlangsung sebulan sebelum Musda. Tiga nama dengan perolehan suara tertinggi akan ditetapkan dalam forum untuk selanjutnya dipilih oleh Tim Formatur.
Empat Nama Teratas Duduki Tim Formatur
Mekanisme Musda tahun ini menggabungkan sistem digital dan musyawarah langsung. Anggota yang tidak berkesempatan hadir tetap diberi ruang mengusulkan nama calon ketua melalui jalur daring.
Nantinya, empat nama dengan perolehan suara tertinggi akan menjadi Tim Formatur bersama Ketua DPD demisioner. Tim inilah yang memilih Ketua DPD SatuPena Sumbar dan menyusun kepengurusan untuk lima tahun ke depan.
"Proses ini sudah berjalan sejak sebulan lalu. Kami menggabungkan sistem digital dan musyawarah langsung di Musda, sehingga anggota yang tidak berkesempatan hadir tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama calon ketua," tutur Sastri Bakry di Sekretariat SatuPena Sumbar, Jalan Cindua Mato Nomor 13 Padang, Rabu (28/10).
Alasan Regenerasi Jadi Perhatian Ketua Demisioner
Sastri mengaku sempat cemas bila tidak ada pengganti yang muncul di bursa. Kekhawatiran itu berangkat dari keinginannya melihat regenerasi berjalan di tubuh SatuPena Sumbar.
"Saya sempat cemas jika tidak ada pengganti, karena saya sangat menginginkan adanya regenerasi di SatuPena Sumbar," ujarnya. Sastri kini terpilih sebagai Koordinator SatuPena se-Sumatera.
Menurutnya, kesembilan nama yang muncul memperlihatkan bahwa basis anggota SatuPena Sumbar cukup kuat. "Kesembilan nama ini adalah penulis dan tokoh literasi yang kuat di bidangnya masing-masing," kata Sastri.
Agenda Lain: Laporan Pertanggungjawaban dan Program 2026-2031
Musda bukan sekadar pemilihan ketua. Forum ini juga menjadi tempat penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua periode sebelumnya serta pembahasan arah dan program kerja organisasi untuk periode 2026-2031.
Harapan yang diusung, ketua terpilih dapat melanjutkan pengembangan organisasi dan memperkuat jejaring penulis. Ekosistem literasi dan kepenulisan di Sumatera Barat diharapkan ikut tumbuh, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi anggota, Musda menjadi kesempatan mempererat kebersamaan sekaligus merumuskan langkah strategis memajukan dunia kepenulisan di Ranah Minang. Pemred Jurnalsumbar, Saptarius, turut mengutus Melba S.Kom untuk memberikan dukungan suara pada calon ketua dalam forum tersebut.