Pengajuan merek dagang yang terungkap pekan ini menimbulkan spekulasi bahwa Activision, yang kini berada di bawah naungan Microsoft, serius menjajaki kemungkinan menghadirkan marsupial oranye itu ke medium baru. Dokumen tersebut secara spesifik mencakup kategori "televisi, film, dan produksi animasi" — tanpa menyentuh kelas gim video sama sekali.
Langkah hukum ini muncul setelah beredarnya laporan bahwa Netflix sempat mengembangkan serial animasi Crash Bandicoot. Proyek tersebut tidak pernah terealisasi, setidaknya hingga saat ini. Namun, pengajuan merek dagang baru ini mengisyaratkan bahwa rencana itu belum sepenuhnya mati.
Bagi penggemar lama, keputusan Activision membawa angin segar. Crash Bandicoot adalah salah satu maskot gim paling dikenal dari era PlayStation original. Karakter ini sempat vakum panjang sebelum dihidupkan kembali lewat trilogi Crash Bandicoot N. Sane Trilogy pada 2017.
Langkah Activision mengikuti jejak sejumlah waralaba gim yang sukses menyeberang ke layar kaca dan bioskop. The Super Mario Bros. Movie meraup lebih dari 1,3 miliar dolar AS di box office global. Serial Fallout di Amazon Prime Video mendapat pujian kritis sekaligus mendongkrak jumlah pemain gim aslinya secara signifikan. Sementara itu, Sonic the Hedgehog telah menghasilkan tiga film layar lebar.
Di sisi lain, tidak semua adaptasi berjalan mulus. Serial Halo di Paramount+ menuai kritik keras dari penggemar setia karena dianggap menyimpang terlalu jauh dari materi sumber. Pelajaran dari kegagalan itu menjadi peringatan bagi Activision jika benar-benar ingin melanjutkan proyek Crash Bandicoot ke layar kaca.
Dengan akuisisi Activision Blizzard senilai 68,7 miliar dolar AS, Microsoft kini memiliki katalog waralaba gim lawas yang sangat kaya. Crash Bandicoot, bersama Spyro the Dragon, adalah aset nostalgia yang belum dimaksimalkan di sektor hiburan non-gim.
Microsoft sendiri sudah memiliki divisi Xbox Entertainment Studios yang sempat memproduksi serial Halo dan Gears of War. Jika proyek Crash Bandicoot ini berjalan, bukan tidak mungkin karakter ini akan menjadi bagian dari strategi konten eksklusif Xbox Game Pass atau bahkan layanan streaming Microsoft.
Adaptasi yang sukses bisa memperkenalkan Crash Bandicoot ke generasi baru pemain. Dampak seperti yang terjadi pada Fallout — di mana jumlah pemain gim melonjak drastis setelah serial TV dirilis — bisa terulang. Namun, tantangannya ada pada konsistensi kualitas: akankah Activision dan Microsoft mampu menghindari jebakan adaptasi yang hanya mengandalkan nostalgia?
Belum ada pengumuman resmi mengenai studio produksi, sutradara, atau platform distribusi yang akan menaungi proyek ini. Pengajuan merek dagang baru merupakan langkah awal dari proses panjang yang bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya benar-benar bisa dinikmati penonton.