SUMATERA BARAT — Lane Motor Museum bukanlah museum mobil biasa. Di sini, pengunjung tidak akan menemukan deretan Ferrari atau Lamborghini yang berkilau. Sebaliknya, museum ini justru memamerkan kendaraan-kendaraan yang oleh kebanyakan orang mungkin dianggap aneh, jelek, atau bahkan gagal total. Namun, di mata Jeff Lane, setiap kendaraan memiliki cerita teknik yang layak diabadikan.
Salah satu daya tarik utama museum ini adalah koleksi microcar-nya. Ada ribuan unit mobil mungil dari era 1950-an hingga 1970-an, seperti Messerschmitt KR200 dan BMW Isetta yang legendaris. Selain itu, museum juga menyimpan berbagai kendaraan roda tiga, termasuk mobil balap dan kendaraan niaga mini yang jarang terdengar di pasar global.
Yang paling menarik, Lane tidak hanya mengoleksi mobil yang sudah jadi. Ia juga memburu prototipe yang tidak pernah masuk jalur produksi. Beberapa di antaranya hanya dibuat dalam hitungan unit untuk keperluan uji coba pabrikan. "Setiap mobil di sini punya cerita tentang mengapa ia gagal atau mengapa ia terlalu aneh untuk diproduksi massal," tulis Jeff Lane dalam keterangan resmi museum.
Museum ini juga memiliki koleksi kendaraan amphibi dan mobil yang dirancang bisa terbang. Salah satu yang paling menonjol adalah Aerocar, mobil yang bisa berubah menjadi pesawat ringan. Meski terlihat seperti mainan, Aerocar benar-benar mendapatkan sertifikasi dari otoritas penerbangan Amerika Serikat pada masanya.
Selain itu, ada juga kendaraan eksperimental berbahan bakar turbin gas, mobil dengan mesin rotary Wankel yang langka, dan beberapa unit kendaraan militer yang dimodifikasi untuk penggunaan sipil. Setiap sudut museum seolah menjadi laboratorium hidup dari imajinasi para insinyur otomotif abad ke-20.
Mayoritas museum mobil di dunia, seperti Petersen Automotive Museum atau National Motor Museum, fokus pada mobil-mobil ikonik, mewah, atau bersejarah dari segi balap. Lane Motor Museum justru mengambil pendekatan sebaliknya: merayakan kegagalan dan keanehan. Filosofi ini membuat museum ini menjadi tempat yang unik untuk belajar tentang batasan teknik dan kreativitas desain.
Jeff Lane sendiri sering kali turun tangan langsung merawat dan memperbaiki koleksinya. Ia tidak hanya menjadi kurator, tetapi juga mekanik yang memastikan sebagian besar kendaraan masih bisa dihidupkan dan dijalankan. "Kami tidak ingin mobil-mobil ini hanya jadi patung. Mereka harus bernapas dan bergerak," tambah Lane.
Hingga saat ini, Lane Motor Museum terus menambah koleksinya. Beberapa unit terbaru yang masuk termasuk kendaraan listrik awal abad ke-20 dan mobil konsep dari pabrikan Eropa yang bangkrut. Museum yang berlokasi di 702 Murfreesboro Pike, Nashville ini buka setiap hari kecuali hari besar tertentu, dengan tiket masuk mulai dari 12 dolar AS per orang.
Bagi penggemar otomotif Indonesia yang kebetulan berkunjung ke Amerika Serikat, Lane Motor Museum bisa menjadi alternatif wisata yang jauh dari kebisingan pameran mobil mainstream. Tidak ada mobil mewah yang dipoles mengilap, tapi ada ratusan cerita teknik yang menunggu untuk ditemukan.