Pertamax Melonjak 32% Jadi Rp16.250 per Liter, Menkeu Purbaya Yakin Inflasi Tetap Terkendali

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 13:54:01 WIB
Harga Pertamax naik 32% menjadi Rp16.250 per liter mulai hari ini di Sumatera Barat.

SUMATERA BARAT — Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai berlaku hari ini. Berdasarkan daftar harga terbaru Pertamina, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 melesat dari Rp12.900 per liter ke Rp17.000 per liter, atau naik 31,8 persen. Pertamina memastikan harga jenis BBM lainnya tidak berubah.

Mengapa Purbaya Yakin Inflasi Tak Terpengaruh Signifikan?

Menkeu Purbaya menegaskan kenaikan Pertamax tidak akan mendorong lonjakan harga barang secara langsung. Alasannya, jenis bensin ini nyaris tak dipakai truk logistik maupun bus umum yang menjadi tulang punggung distribusi dan transportasi publik.

"Dampaknya (inflasi) harusnya relatif minim karena kan Pertamax enggak dipakai angkutan barang," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu (10/6).

"Harusnya limited karena bukan buat angkutan umum, angkutan barang enggak pakai (Pertamax)." Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa harga kebutuhan pokok akan ikut meroket dalam waktu dekat.

Risiko Jebolnya Kuota BBM Subsidi

Kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong peralihan konsumsi ke BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Jika tak dikelola, kuota subsidi bisa jebol di tengah tahun. Namun, Purbaya menyerahkan urusan teknis pengendalian itu kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Itu tanya ke Pak Bahlil mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau enggak salah tanya Pak Bahlil yang ngerti," tuturnya.

Isyarat ini menunjukkan pemerintah tengah mempertimbangkan penguatan sistem pengawasan di SPBU — seperti pembatasan nosel atau verifikasi data kendaraan — untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran. Langkah ini juga mencegah kebocoran ke pengguna nonsubsidi.

Kenaikan harga Pertamax menjadi yang tertajam dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak global dan tekanan pada neraca keuangan Pertamina. Bagi pengguna kendaraan pribadi, biaya operasional harian langsung bertambah nyaris Rp4.000 per liter. Namun, bagi arus distribusi barang dan harga kebutuhan pokok, risiko inflasi disebut masih terkendali.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Back to top