PADANG — Kawasan olahraga kebanggaan warga Kota Padang, GOR H Agus Salim, akan segera berubah total. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan anggaran fantastis senilai Rp400 miliar untuk merekonstruksi stadion dan seluruh area di sekitarnya.
Proyek ini bukan sekadar renovasi ringan. Seluruh bangunan lama direncanakan akan dibongkar dan digantikan dengan konstruksi baru yang lebih modern. Pengerjaan dijadwalkan memakan waktu 18 bulan, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur olahraga terbesar di Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Konsekuensi dari proyek besar ini adalah penghentian total aktivitas di kawasan GOR. Pihak pengelola telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang yang selama ini berjualan di area stadion untuk segera mengosongkan lokasi.
Batas akhir pengosongan ditetapkan pada 15 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, area akan ditutup secara penuh untuk persiapan pembongkaran dan rekonstruksi. Keputusan ini tentu berdampak langsung pada mata pencaharian puluhan pedagang yang menggantungkan hidup dari keramaian di sekitar GOR.
Foto udara yang diabadikan pada Selasa (9/6/2026) menunjukkan kondisi terkini Stadion GOR H Agus Salim yang akan segera dibongkar. Berbeda dengan proyek pemeliharaan rutin, rekonstruksi kali ini bersifat total—mengubah wajah kawasan olahraga tersebut dari fondasi hingga atap.
Anggaran sebesar Rp400 miliar mengindikasikan skala pekerjaan yang masif. Mulai dari struktur utama stadion, tribun penonton, lapangan, hingga fasilitas pendukung di kawasan sekitarnya akan dibangun ulang. Belum ada rincian detail mengenai desain baru stadion, namun proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas olahraga berstandar lebih tinggi bagi masyarakat Padang.
Selama 18 bulan ke depan, warga Kota Padang harus bersabar karena tidak bisa menggunakan GOR H Agus Salim untuk berolahraga atau kegiatan lainnya. Kawasan yang biasa ramai dengan aktivitas jogging, sepak bola, dan berbagai event olahraga ini akan steril dari aktivitas publik.
Pemerintah Kota Padang dan Kementerian PU diharapkan dapat menyediakan informasi yang transparan mengenai progres pembangunan serta relokasi sementara bagi para pedagang yang terkena dampak. Dengan anggaran yang tidak sedikit, publik tentu menanti hasil akhir yang benar-benar membawa perubahan signifikan bagi dunia olahraga di Sumatera Barat.