PADANG — KAI Divre II Sumatera Barat memastikan seluruh stasiun di wilayahnya kini telah dilengkapi fasilitas yang ramah bagi perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang setara dan aman bagi semua kalangan pengguna jasa kereta api.
Manajer Humas KAI Divre II Sumatera Barat, M. As’ad Habibuddin, menyebutkan sejumlah fasilitas baru telah dipasang. Di antaranya adalah ruang laktasi atau menyusui yang nyaman dan tertutup, serta toilet khusus bagi penyandang disabilitas yang dilengkapi pegangan tangan.
"Kami juga menyediakan jalur khusus atau guiding block bagi tunanetra, area prioritas di ruang tunggu, serta kursi roda yang bisa digunakan secara gratis oleh penumpang," ujar As’ad dalam keterangan resminya. Fasilitas ini, kata dia, sudah tersedia di stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Padang, Stasiun Pariaman, dan Stasiun Bukittinggi.
Selama ini, keluhan penumpang kerap datang dari ibu menyusui yang kesulitan mencari tempat privat di stasiun. Penumpang lanjut usia juga kerap kesulitan mengakses toilet atau naik-turun peron karena minimnya pegangan. KAI Divre II merespons kebutuhan tersebut dengan standarisasi fasilitas di semua titik layanan.
As’ad menambahkan, pihaknya juga telah melatih petugas stasiun untuk memberikan bantuan khusus kepada penumpang berkebutuhan khusus. "Petugas kami siaga untuk mengantar penumpang disabilitas dari pintu masuk hingga ke dalam kereta," katanya.
Dengan adanya fasilitas ini, KAI Divre II menargetkan peningkatan jumlah penumpang dari kalangan keluarga dan lansia. Data internal perusahaan menunjukkan tren peningkatan permintaan tiket dari kelompok tersebut dalam enam bulan terakhir. Kehadiran ruang laktasi dan akses kursi roda diyakini menjadi faktor penentu kenyamanan.
Ke depan, KAI Divre II berencana menambah jumlah stasiun yang memiliki lift khusus bagi penyandang disabilitas. Saat ini, lift baru tersedia di Stasiun Padang dan Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Perusahaan juga akan mengevaluasi secara berkala keluhan penumpang terkait aksesibilitas di setiap stasiun.