PADANG — Lumpur, pasir, dan material bawaan sungai membuat tingkat kekeruhan air baku melampaui batas kemampuan instalasi pengolahan. Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyatakan seluruh intake terpaksa dimatikan karena kondisi air tidak bisa diolah sama sekali.
"Seluruh intake terpaksa kami off-kan karena kekeruhan air sungai sangat tinggi. Kondisi air baku saat ini tidak bisa diolah sama sekali," ujarnya, Senin (3/8).
Gangguan layanan ini dirasakan warga di sejumlah titik, mulai dari pusat kota hingga area utara dan selatan Padang. Tekanan air menurun drastis dan sebagian pelanggan mengalami aliran yang terhenti sementara.
Perumda menyiagakan personel teknis di setiap lokasi intake untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Petugas akan langsung membersihkan material yang menyumbat saluran begitu hujan mereda dan debit air menurun.
Pemulihan layanan sepenuhnya bergantung pada membaiknya cuaca dan kejernihan air sungai. Setelah saluran intake berfungsi kembali, Perumda akan mengoperasikan IPA secara bertahap hingga distribusi air ke rumah pelanggan pulih seperti sedia kala.
Perusahaan pelat merah ini mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan cadangan air selama proses pemulihan berlangsung. Permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini juga disampaikan kepada seluruh warga yang terdampak gangguan layanan. (humas)