BUKITTINGGI — Rumah Makan Lapau Panjang kini hadir di kawasan Tangah Jua, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan konsep yang menggabungkan suasana warung kampung dan pengalaman kuliner khas Minangkabau. Tempat ini menawarkan pengalaman makan bajamba, tradisi makan bersama dalam satu wadah, yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Pengelola Lapau Panjang, Faisal Zulfi, mengatakan pihaknya mempersilakan pelanggan yang ingin menikmati hidangan secara bersama-sama dengan konsep bajamba. Penyajian ini menggunakan piring besar yang dirancang untuk dua hingga enam orang.
"Itu salah satu layanan khusus dari Lapau Panjang, kita mempersilakan kepada pelanggan itu kalau mereka mau makan bajamba. Makan bajamba menggunakan piring besar, itu untuk berdua sampai dengan enam orang," kata Faisal Selasa.
Meski mengusung konsep rumah makan Padang, Lapau Panjang menghadirkan perbedaan dalam sistem penyajiannya. Rumah makan ini tidak mengandalkan etalase display untuk memajang menu siap santap seperti kebanyakan rumah makan Padang lainnya.
Faisal menjelaskan, makanan yang dipajang di etalase hanya berupa bahan setengah jadi. Setiap pesanan pelanggan akan diolah dan disajikan dalam kondisi segar setelah dipesan, bukan makanan yang sudah lama terpajang.
"Jadi, kita tidak menyajikan hanya display atau etalase dari menu-menu yang kita sajikan, lalu nanti pemesan itu bisa langsung ke kasir atau pun ke tempat duduk, nanti dibantu untuk memesankan," ujarnya.
Keunikan lain yang ditawarkan adalah penggunaan piriang kanso, piring berbahan logam khas Minangkabau, untuk seluruh hidangan. Penggunaan peralatan tradisional ini semakin memperkuat nuansa tempo dulu saat menikmati makanan di tempat tersebut.
Suasana lapau atau warung pedesaan sengaja dihadirkan melalui bangunan semi outdoor yang tidak berdinding penuh. Desain ini membuat udara segar masuk bebas sehingga pelanggan diharapkan betah berlama-lama bersantap.
"Lapau itu cenderung semi outdoor, semi indoor. Jadi, bangunan tidak berdinding sehingga udara masuk dan udaranya sejuk sehingga betahlah pelanggan berlama-lama untuk makan sambil bersantai di sini," kata Faisal.
Lapau Panjang tidak hanya menyajikan makanan khas sekitar Bukittinggi, melainkan menghadirkan kuliner dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Beras yang digunakan berasal dari Talang dan Solok, sementara menu seperti dendeng, rendang, dan cancang didatangkan dari Pariangan.
"Karena yang kita sajikan di sini tidak hanya makanan-makanan di sekitar Bukittinggi, seperti berasnya kita dari Talang, dari Solok. Kemudian ada menu dari Pariangan juga seperti dendeng, rendang, cancang dan lainnya," jelas Faisal.
Rumah makan ini juga menerapkan sistem refill gratis atau makan sepuasnya. Pelanggan dapat menambah sendiri nasi, sayur, sambal, dan air minum tanpa biaya tambahan. Saat kondisi ramai, pengelola mengarahkan pelanggan untuk mengambil sendiri tambahan makanan agar tidak perlu menunggu lama.
"Apapun yang direfill nasi, sayur, sambalnya, lalu ada air minum dan lain-lain itu kita tetap bantu, tapi kalau dalam situasi yang rata-rata ramai, nah kita mengarahkan pelanggan untuk mengambil sendiri. Tujuannya supaya tidak lama menunggu," pungkasnya.