SUMATERA BARAT — Kontroversi seputar Rideshare Stimulator memasuki babak baru setelah Saber Interactive merinci secara resmi bagian mana saja dari game tersebut yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan. Langkah ini diambil untuk menjawab tuduhan Stella Sacco yang mengaku dipecat dari posisinya sebagai lead writer dan digantikan oleh ChatGPT di tengah proses pengembangan.
Dalam pembaruan terbaru di halaman Steam, Saber Interactive mengonfirmasi bahwa AI digunakan untuk tiga aspek utama: voice generation, sebagian proses lokalisasi, dan misi penumpang yang dihasilkan secara prosedural. Misi-misi tersebut bisa dilewati pemain jika ingin fokus pada konten naratif yang ditulis manusia.
Untuk urusan audio, game ini akan menghadirkan stasiun radio berisi campuran musik buatan manusia dan musik hasil AI. Khusus untuk trek buatan AI, akan diberikan label yang jelas di dalam game agar pemain bisa membedakannya.
Sebelum pengumuman resmi ini dirilis, CEO Saber Interactive, Matthew Karch, sempat memberikan pernyataan yang memicu perdebatan lebih panas. Dalam wawancaranya dengan This Week in Videogames, Karch mengaku tidak pernah bertemu atau berbicara langsung dengan Stella Sacco dan menyebut sang mantan penulis telah melanggar klausul kerahasiaan dengan mengungkap informasi ini lebih awal.
"Stella siapa? Saya harus bertanya ke Claude karena saya tidak pernah berbicara dengannya atau menemuinya. Kami memang sudah bilang akan pakai AI untuk bagian tertentu dari game ini dan akan memperbarui halaman Steam begitu fiturnya final. Naskah utamanya, kalau sampai memenangkan penghargaan, akan diberikan kepada orang yang bisa naik ke panggung dan menerimanya," ujar Karch.
Karch juga menambahkan keyakinannya bahwa pemakaian AI pada game dengan harga lebih murah seperti ini akan menjadi nilai tambah bagi konsumen. Sayangnya, respons dari calon pemain di forum diskusi Steam justru menunjukkan sentimen sebaliknya—banyak komentar yang mengkritik keputusan Saber menggunakan AI di game ini.
Stella Sacco pertama kali angkat bicara melalui akun Bluesky-nya, kemudian memberikan pernyataan lebih lengkap ke PC Gamer. Ia mengklaim bahwa dirinya dikeluarkan dari proyek saat pengembangan berjalan setengah jalan, dan pihak pengembang memilih memakai ChatGPT untuk menulis sisa teks, termasuk rencana pembaruan live ke depan.
"Mereka mengambil alih proyek dari saya untuk memakai ChatGPT menulis sisa teks, termasuk live update yang sudah direncanakan. Kalau mereka mengubah rencana di tahun-tahun berikutnya, itu bagus. Tapi sekali lagi: saya ada di sana, dan tugas saya menulis game itu, sampai Matt Karch memutuskan bahwa memakai ChatGPT akan jadi publisitas bagus untuk game ini," kata Sacco.
Kasus ini menjadi contoh terbaru dari ketegangan antara efisiensi produksi dan kualitas naratif di industri game. Bagi komunitas pemain di Indonesia yang mengikuti perkembangan game indie maupun AA, isu pemakaian AI di sektor kreatif jelas menjadi perhatian—terutama soal transparansi dan kredit karya.
Rideshare Stimulator sendiri akan dirilis untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S, namun hingga berita ini ditulis, tanggal rilis resmi belum diumumkan. Yang jelas, keputusan Saber untuk membuka detail pemakaian AI ini tidak serta-merta meredam kritik, dan publik kini menunggu apakah akan ada perubahan kebijakan atau permintaan maaf resmi dari pihak pengembang.