PADANG — Industri perusahaan pembiayaan di Sumatera Barat menunjukkan ekspansi yang sehat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp6,03 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 8,92 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini terjadi di tengal penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF).
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengungkapkan, posisi NPF perusahaan pembiayaan saat ini berada di level 2,65 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Risiko pembiayaan atau NPF tercatat 2,65 persen dan mengalami penurunan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Roni Nazra, Sabtu (15/8/2026).
Peran Strategis di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Sumbar
Roni menjelaskan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini menjadi bagian penting dari perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di Sumatera Barat. Perusahaan pembiayaan memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha di daerah.
Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II-2026 yang mencapai 4,54 persen secara tahunan. Dengan adanya ekspansi pembiayaan, roda perekonomian masyarakat diharapkan terus berputar, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah yang kerap mengandalkan skema pembiayaan.
Dorong Intermediasi dengan Prinsip Kehati-hatian
Meski tumbuh, OJK menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembiayaan. Roni menyebut kondisi NPF yang terkendali menunjukkan industri masih sehat, namun tetap perlu diwaspadai seiring dengan ekspansi yang berjalan.
“OJK terus mendorong industri jasa keuangan non-bank untuk memperkuat fungsi intermediasi sekaligus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, OJK juga terus memperkuat pengawasan terhadap industri jasa keuangan. Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung aktivitas perekonomian daerah secara keseluruhan.
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sumbar Masih Positif
Pertumbuhan perusahaan pembiayaan tersebut turut menopang perkembangan sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang secara umum masih menunjukkan kinerja positif. Hal ini menjadi sinyal baik bagi iklim investasi dan konsumsi di daerah.
Dengan total pembiayaan yang terus bertambah, akses masyarakat terhadap kendaraan bermotor, alat berat, hingga modal usaha semakin terbuka lebar. Namun, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan agar tidak membebani keuangan pribadi di kemudian hari.