Ketua DPRD Sumbar Muhidi Minta Pelajar Hormati Guru dan Biasakan Membaca di Luar Kelas

Penulis: Fadhli Usman  •  Rabu, 04 November 2026 | 10:46:31 WIB
Ketua DPRD Sumbar Muhidi meminta pelajar menghormati guru dan membiasakan membaca di luar kelas.

PADANG — Muhidi menilai keberhasilan siswa tidak cukup ditopang kemauan belajar sendiri. Bimbingan guru, menurutnya, tetap menjadi jalur utama untuk membentuk karakter dan mengarahkan pelajar mencapai cita-cita.

Karena itu ia meminta siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang sudah disiapkan pemerintah. "Kalau ingin sukses, kita harus punya ilmu. Setiap pergi ke sekolah, niatkan untuk menambah ilmu. Pemerintah sudah menyiapkan guru di sekolah, maka datanglah, belajar, dan dengarkan apa yang disampaikan guru," ujar Muhidi.

Guru Bukan Sekadar Penyampai Materi Pelajaran

Dalam pandangan Muhidi, tugas guru melampaui penyampaian materi di ruang kelas. Guru juga membimbing siswa mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing.

Ia mencontohkan, setiap bidang pekerjaan menuntut sosok pembimbing yang membantu seseorang menaikkan kemampuan. "Orang tidak akan sukses dalam belajar kalau tidak ada guru. Jika ingin menjadi ilmuwan, harus ada guru. Kalau ingin menjadi pengusaha, ada mentor. Atlet membutuhkan coach, dan dalam politik ada suhu yang membimbing," katanya.

Muhidi lantas meminta pelajar menghormati guru dan menyimak nasihat yang diberikan. Ketulusan seorang guru, menurutnya, terlihat dari kesediaan membimbing anak didik agar tumbuh menjadi pribadi lebih baik.

"Guru yang ikhlas adalah guru yang mampu membimbing. Karena itu, hormati guru dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan. Dari guru kita mendapatkan ilmu dan arah untuk melangkah," ungkapnya.

Membaca Dinilai Latih Pola Pikir Kritis dan Logis

Selain soal sikap terhadap guru, Muhidi menyoroti budaya literasi di kalangan pelajar. Kebiasaan membaca dinilai memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan analisis, serta melatih pola pikir kritis dan logis.

Ia mendorong siswa menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian, bukan hanya untuk menunjang pelajaran di sekolah tetapi juga menambah pengetahuan di luar kelas. "Datang ke sekolah itu untuk menambah ilmu. Salah satu jalannya adalah membaca. Literasi sangat penting karena membantu kita berpikir kritis dan logis," tuturnya.

Muhidi turut mengingatkan pentingnya doa dalam menjalani kehidupan. Pelajar diajak berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing, sembari bersungguh-sungguh belajar dan berusaha meraih cita-cita.

Angkatan Kelima Latihan Menulis dan Literasi

Kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5 menjadi forum penyampaian pesan tersebut. Muhidi berharap pelajar semakin mencintai dunia pendidikan, menghormati guru, dan menjadikan literasi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kombinasi ilmu, karakter, dan kebiasaan membaca menjadi modal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ia tidak merinci jumlah peserta maupun jadwal angkatan berikutnya.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: klikpositif.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top