Pencarian

71 Siswa SD Pariaman Adu Bakat Cerita Rakyat Minangkabau 2026

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:02:55 WIB
71 Siswa SD Pariaman Adu Bakat Cerita Rakyat Minangkabau 2026
siswa SD Pariaman mengikuti lomba bertutur cerita rakyat Minangkabau tahun 2026.

PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) resmi menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI selama tiga hari hingga Kamis (7/5/2026). Ajang ini tidak sekadar kompetisi bercerita, melainkan upaya konkret menanamkan kecintaan terhadap literasi kultural bagi generasi penerus di Sumatera Barat.

Melestarikan Sabai Nan Aluih dan Legenda Minangkabau

Kepala Dispersip Kota Pariaman, M. Syukri menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh perwakilan sekolah yang masing-masing mengirimkan dua orang utusan. Para peserta ditantang untuk membawakan narasi dari khazanah sastra lisan dan sejarah lokal yang menjadi identitas daerah.

“Sebanyak 71 peserta yang mengikuti lomba bertutur adalah perwakilan sekolah siswa kelas 4 dan 5 SD/MI se-Kota Pariaman. Sedangkan judul cerita dipilih antara lain Malin Kundang, Siti Baheram, Sabai Nan Aluih, Asal-usul Minangkabau dan Nan Tongga Magek Jabang,” kata Syukri saat pembukaan acara, Selasa (5/5/2026).

Pemilihan materi cerita rakyat ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya mahir berkomunikasi, tetapi juga memahami nilai-nilai moral dan filosofi hidup orang Minangkabau yang terkandung dalam setiap naskah cerita.

Investasi Strategis Pembangunan Karakter Anak

Bunda Literasi Kota Pariaman, Ny. Yosnely Balad, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, literasi adalah investasi jangka panjang agar anak-anak Pariaman mampu kompetitif di masa depan.

“Lomba bertutur merupakan sebuah gerakan literasi kultural yang menjembatani antara pendidikan, seni bertutur dan penguatan karakter bangsa,” ungkap Yosnely. Ia menekankan bahwa literasi menjadi modal utama bagi anak-anak untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis.

Yosnely juga mendorong agar kebiasaan bertutur ini tidak berhenti di panggung lomba saja. Ia berharap para peserta mampu menularkan kegemaran membaca dan bercerita di lingkungan keluarga, terutama kepada adik-adik mereka di rumah.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Mewakili Wali Kota Pariaman, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum (Asisten II) Setdako Pariaman, Nazifah, menekankan pentingnya keberanian tampil di depan publik. Baginya, setiap anak yang berani berdiri di podium sudah merupakan pemenang dalam konteks pengembangan diri.

“Melalui tutur kata, anak-anak belajar untuk dapat membangun rasa percaya diri tampil di depan umum, mengasah kemampuan berkomunikasi secara ekspresif, memahami nilai-nilai moral dan karakter bangsa,” ujar Nazifah.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar tidak terbebani dengan hasil akhir kompetisi. Fokus utama dari kegiatan ini adalah proses belajar dan cara anak-anak mencintai budaya bangsa melalui buku-buku cerita daerah.

“Tampilkanlah kemampuan terbaik ananda. Tidak perlu merasa takut atau gugup. Ingatlah menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi, namun keberanian untuk berdiri dan bertutur adalah prestasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks