PARIAMAN — Sebanyak 182 calon mahasiswa di Kota Pariaman memasuki babak baru dalam perebutan beasiswa Saga Saja Plus setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh peserta kini bersiap menghadapi rangkaian tes lanjutan untuk menentukan kelayakan mereka menerima bantuan pendidikan tersebut.
Wali Kota Pariaman Yota Balad memberikan arahan langsung kepada para peserta di Halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026). Ia menekankan pentingnya semangat juang yang tinggi bagi anak muda Pariaman agar mampu menembus perguruan tinggi impian melalui program unggulan pemerintah daerah ini.
Fokus Seleksi Administrasi Melalui Sistem DTSEN
Penyaringan tahap awal ini menitikberatkan pada validasi data ekonomi dan sosial calon mahasiswa. Penggunaan instrumen DTSEN bertujuan memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menjaga transparansi penyaluran beasiswa di lingkungan Pemkot Pariaman.
Yota Balad mengingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata. Kelulusan administrasi merupakan langkah awal yang harus diikuti dengan persiapan matang, baik secara teknis maupun kesiapan diri menghadapi ujian kompetensi selanjutnya.
“Anak-anak semua harus mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti seleksi berikutnya. Persiapkan diri baik secara mental maupun spiritual untuk menjadi yang terbaik,” ujar Yota Balad di hadapan ratusan calon mahasiswa.
Pesan Wali Kota: Maksimalkan Ikhtiar Jalur Langit
Dalam arahannya, Wali Kota juga memberikan pesan khusus mengenai keseimbangan antara usaha keras dan kekuatan doa. Menurutnya, persaingan akademik yang ketat harus dibarengi dengan ketenangan batin agar para peserta bisa memberikan performa maksimal saat ujian.
“Tidak ada yang lebih hebat dari jalur langit untuk meraih keberhasilan, karena berusaha dan berupaya lewat jalur langit itulah yang paling hebat,” tegasnya.
Program beasiswa Saga Saja Plus dirancang sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang besar untuk sukses di masa depan.