Pencarian

LKAAM Imbau Warga Minang Tidak Terpancing Provokasi Abu Janda yang Sebut Sumbar Barbar

Jumat, 29 Mei 2026 • 20:09:01 WIB
LKAAM Imbau Warga Minang Tidak Terpancing Provokasi Abu Janda yang Sebut Sumbar Barbar
LKAAM Sumbar mengimbau warga Minang untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi.

PADANG — LKAAM Sumatera Barat secara resmi meminta seluruh elemen masyarakat Minang untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pernyataan Abu Janda yang menyebut Sumbar barbar. Sikap ini diambil sebagai langkah preventif agar tidak terjadi eskalasi konflik horizontal di tengah masyarakat. LKAAM menekankan bahwa provokasi semacam itu sengaja dilontarkan untuk menguji kesabaran dan persatuan warga Minang.

Mengapa LKAAM Langsung Bereaksi?

Pernyataan Abu Janda yang viral di media sosial dinilai sangat sensitif karena menyentuh harga diri dan identitas budaya Minangkabau. LKAAM menilai hal ini bisa memicu reaksi berlebihan dari masyarakat jika tidak segera diantisipasi. Oleh karena itu, imbauan ini menjadi penting agar tidak ada pihak yang bertindak di luar hukum.

"Kami mengimbau seluruh warga Minang, di mana pun berada, untuk tidak terpancing dan tidak merespons provokasi tersebut dengan cara-cara yang tidak bijak," ujar salah satu pengurus LKAAM dalam pernyataan resminya. LKAAM juga mengingatkan bahwa masyarakat Minang dikenal memiliki filosofi alam takambang jadi guru yang mengedepankan kearifan dalam menyikapi setiap persoalan.

Isi Imbauan LKAAM: Utamakan Hukum dan Musyawarah

Dalam imbauannya, LKAAM meminta warga untuk menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak berwenang. Laporan terhadap Abu Janda telah dilayangkan ke kepolisian, dan LKAAM mendukung proses hukum berjalan secara transparan. Masyarakat diminta tidak main hakim sendiri atau menyebarkan ujaran kebencian sebagai balasan.

LKAAM juga mengajak tokoh adat, alim ulama, dan cerdik pandai untuk bersama-sama menenangkan situasi. "Kami yakin masyarakat Minang dewasa dan mampu membedakan mana yang perlu direspons dengan hati dan mana yang perlu direspons dengan hukum," tambah pernyataan tersebut.

Dampak Provokasi: Potensi Memecah Belah Kerukunan

Pernyataan Abu Janda tidak hanya menyasar Sumatera Barat, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan antar kelompok di Indonesia. LKAAM menilai bahwa provokasi semacam ini adalah ancaman serius terhadap kerukunan nasional yang sudah terbangun. Masyarakat Minang diminta untuk tidak memberikan ruang bagi provokator untuk memperluas pengaruhnya.

Imbauan ini pun mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda dan akademisi di Sumatera Barat. Mereka sepakat bahwa respons terbaik terhadap hinaan adalah dengan menunjukkan sikap bermartabat dan taat hukum, bukan dengan tindakan anarkis.

Fakta Singkat Seputar Kasus Ini:

  • Pernyataan Abu Janda yang menyebut Sumbar barbar viral di platform media sosial X (Twitter) pada pekan lalu.
  • LKAAM adalah lembaga adat tertinggi di Minangkabau yang berwenang menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat.
  • Laporan terhadap Abu Janda telah diajukan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri oleh sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat Sumatera Barat.
  • Abu Janda sebelumnya juga pernah terlibat dalam kontroversi serupa terkait isu SARA dan kebangsaan.

Hingga berita ini diturunkan, Abu Janda belum memberikan klarifikasi resmi atas pernyataannya yang menuai kecaman luas tersebut. LKAAM berharap proses hukum dapat berjalan adil dan memberikan efek jera bagi siapa pun yang sengaja memprovokasi masyarakat.

Bagikan
Sumber: sumbarkita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks