Pencarian

4 Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat di Pesisir Selatan: Lahan 3,4 Hektare Masih Berstatus Sawah Dilindungi

Sabtu, 30 Mei 2026 • 15:08:01 WIB
4 Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat di Pesisir Selatan: Lahan 3,4 Hektare Masih Berstatus Sawah Dilindungi
Lahan 3,4 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Pesisir Selatan masih berstatus sawah lindung.

PESISIR SELATAN — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap III di Kabupaten Pesisir Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 masih menghadapi sejumlah kendala. Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyebutkan bahwa percepatan persiapan terus dilakukan, namun beberapa aspek teknis dan administratif masih perlu diselesaikan.

Lahan 9,8 Hektare: 3,4 Hektare Bermasalah

Sekretaris Dinas Pertanian Pessel, Hendro Kurniawan, mengungkapkan bahwa total lahan yang disiapkan untuk sekolah rakyat seluas 9,8 hektare dan telah bersertifikat. Namun, sebagian lahan seluas 3,4 hektare masih berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Proses perubahan ini memerlukan mekanisme teknis dan persetujuan dari Kementerian Pertanian, dan saat ini masih dalam tahap pengurusan,” jelas Hendro. Sebagai solusi, Pemkab Pessel menyiapkan lahan pengganti seluas 4 hektare melalui program pencetakan sawah baru dengan skema tukar guling. Anggaran yang dibutuhkan untuk program ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar dan akan disiapkan secara bertahap.

AMDAL Butuh Waktu Empat Bulan dan Anggaran Rp400 Juta

Kepala Dinas Perkimtan LH Pessel, Roli Bukhori, menyebutkan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) memerlukan waktu hingga empat bulan. Proses ini diawali dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja yang memakan waktu sekitar 45 hari.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk penyusunan dokumen AMDAL diperkirakan mencapai Rp400 juta,” ujar Roli. Dokumen lingkungan ini menjadi syarat mutlak sebelum konstruksi fisik dimulai.

Akses Jalan Perlu Dilebarkan dari 4 Meter ke 6 Meter

Dari sisi infrastruktur, Kepala Dinas PUTR Pessel, Jaferi, melaporkan bahwa lebar akses jalan menuju lokasi pembangunan saat ini hanya sekitar empat meter. Jalan tersebut harus ditingkatkan menjadi enam meter agar memenuhi standar operasional alat berat dan material konstruksi.

“Untuk memenuhi standar operasional, jalan tersebut perlu ditingkatkan menjadi 6 meter, sehingga diperlukan pembebasan lahan tambahan,” ungkap Jaferi. Pemkab Pessel akan berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat untuk mempercepat proses pelebaran jalan.

Utilitas: Pipa Air 500 Meter dan Jaringan Listrik

PDAM direncanakan membangun jaringan air bersih melalui pemasangan pipa sepanjang sekitar 500 meter menuju lokasi. Untuk pasokan listrik, jaringan sudah tersedia di sekitar kawasan, namun tetap diperlukan pengajuan resmi terkait kebutuhan daya. Sementara itu, penguatan jaringan telekomunikasi melalui pembangunan BTS baru atau layanan berbasis satelit juga dinilai perlu.

Fakta Singkat Sekolah Rakyat Pessel:

  • Luas lahan: 9,8 hektare (3,4 hektare masih berstatus LP2B)
  • Anggaran tukar guling lahan: Rp1 miliar
  • Biaya penyusunan AMDAL: Rp400 juta
  • Target pembangunan: Tahap III tahun 2026

Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menegaskan seluruh OPD diminta bergerak cepat menyelesaikan setiap tahapan persiapan. “Persiapan terus kita matangkan, mulai dari lahan, dokumen lingkungan, hingga infrastruktur dasar. Kita ingin pembangunan Sekolah Rakyat ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: padek.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks