SUMATERA BARAT — Turtle Beach resmi meluncurkan jajaran Command Series, termasuk keyboard flagship KB7 TKL yang menjadi sorotan. Alih-alih tombol navigasi standar, keyboard ini mengusung layar sentuh penuh warna 4,3 inci yang disebut "Command Center", mirip konsep Stream Deck terintegrasi. Harganya USD 199,99 (sekitar Rp3,3 juta), dan untuk mendapatkan numpad modular KP7, pengguna harus merogoh kocek tambahan USD 99,99 (sekitar Rp1,65 juta).
Desain dan Konstruksi: Ramping dengan Layar di Posisi Unik
KB7 mengusung layout TKL yang dimodifikasi. Layar sentuh 4,3 inci ditempatkan di area yang biasanya menjadi rumah tombol Insert, Home, Page Up, dan kawan-kawan. Keyboard ini memiliki ukuran 399 x 174 x 31 mm dengan bobot 858 gram, tergolong ringan untuk ukuran keyboard gaming.
Bodi utama menggunakan kombinasi plastik dengan top plate aluminium anodized yang memberikan kesan kokoh. Di bagian atas, terdapat volume knob bergerigi, dua tombol media, dan empat tombol pintasan yang bisa diprogram ulang. Sayangnya, tombol-tombol ini terasa murahan saat ditekan, memberikan umpan balik plastik yang kurang premium.
Fitur menarik lainnya adalah wrist rest silikon tembus pandang yang mendifusikan lampu RGB dari keyboard. Meski tidak senyaman wrist rest berbusa, desain ini menghasilkan efek pencahayaan yang cukup impresif. Keyboard juga dilengkapi dua set kaki lipat untuk mengatur sudut mengetik (5 dan 7 derajat), serta rel di kedua sisi untuk memasang numpad modular KP7.
Layar Sentuh "Command Center": Gagasan Brilian, Eksekusi Setengah Matang
Layar sentuh 4,3 inci adalah jiwa dari KB7. Secara default, layar ini menampilkan grid 3x3 tombol navigasi. Setelah mengunduh software Swarm II, grid ini bisa diperluas menjadi 12 tombol sentuh dan bisa di-swipe untuk berpindah halaman. Sayangnya, potensi besar ini kandas oleh software yang bermasalah.
Pengaturan widget di layar terbatas pada pemantauan kinerja PC (CPU/GPU/RAM), kontrol multimedia, pintasan aplikasi, eksekusi makro, dan timer. Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga juga minim, hanya mendukung Discord, Counter Strike, Steam, OBS, dan Streamlabs. Sebagai perbandingan, ekosistem Stream Deck milik Elgato (yang dimiliki Corsair) jauh lebih matang dengan ribuan plugin.
Masalah terbesar ada pada software Swarm II. Selama pengujian, software sering gagal menyimpan pengaturan, tiba-tiba mereset, restart sendiri, atau meminta update firmware berulang kali. Layar sentuh hanya berfungsi stabil sekitar 85% dari total waktu pemakaian—angka yang tidak bisa ditolerir untuk perangkat seharga Rp3,3 jutaan.
Pengalaman Mengetik dan Gaming: Hall Effect yang Solid, Tapi Ada Gangguan
KB7 menggunakan switch magnetic low-profile Titan buatan Turtle Beach dengan actuation point yang bisa diatur dari 0,1 mm hingga 3,2 mm. Switch ini mendukung fitur gaming modern seperti Rapid Trigger, SOCD (ReacTap), dan multi-input. Namun, keyboard ini tidak mendukung hot-swap.
Pengalaman mengetik awalnya terasa aneh karena kombinasi switch linear low-profile dengan keycap PBT yang datar. Setelah satu jam, rasa ini hilang dan keyboard terasa solid untuk mengetik cepat. Sayangnya, ada masalah serius: ghost input, input yang tidak terdeteksi, dan pengulangan karakter secara acak. Masalah ini muncul enam kali selama proses mengetik review ini. Meski cepat teratasi, hal ini jelas mengganggu kepercayaan terhadap keandalan keyboard.
Untuk gaming, tidak ditemukan masalah berarti pada polling rate 8.000 Hz. Namun, mengandalkan layar sentuh di tengah pertandingan sengit terasa kurang tepat karena input sentuhan tidak seintuitif tombol fisik.
Kesimpulan: Inovasi yang Terhambat Software
Turtle Beach Command Series KB7 adalah keyboard dengan ide cemerlang: menggabungkan layar sentuh multifungsi dengan keyboard mekanik. Sayangnya, eksekusi software Swarm II yang buruk membuat potensi besar ini tidak tergarap maksimal. Untuk pengguna yang menginginkan keyboard dengan layar sentuh dan numpad modular, KB7 tetap layak dipertimbangkan. Namun, bagi yang menginginkan stabilitas dan ekosistem makro yang matang, Corsair K100 Air atau keyboard dengan Stream Deck terpisah masih menjadi pilihan yang lebih bijak.