PADANG — Dinas Sosial Kota Padang terus mengajak warga ekonomi kurang mampu untuk segera mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial digital melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah ini dilakukan untuk mengintegrasikan data penerima bansos secara digital menjelang pemberlakuan penuh pada 2027.
Baru 13,50 Persen dari Total KK Terdaftar
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya menyebutkan, hingga Jumat (10/7) tercatat 41.016 kepala keluarga sudah mendaftar dari total 303.000 KK yang masuk dalam desil satu hingga desil sepuluh. “Artinya, kita saat ini sudah berada di angka 13,50 persen,” katanya di Padang, Minggu.
Strategi Jemput Bola untuk Warga Tanpa Gawai
Untuk menjangkau seluruh calon penerima manfaat, termasuk warga pelosok yang memiliki keterbatasan perangkat, Dinas Sosial mengoptimalkan pos-pos agen di kelurahan dan kecamatan sebagai pusat layanan verifikasi data. “Kami mengimbau warga yang memiliki smartphone bisa mendaftar secara mandiri,” ujar Eri.
Bagi warga yang tidak memiliki gawai, petugas akan membantu pendaftaran melalui agen pendamping, seperti pengurus kantor kelurahan, rukun warga, pengurus masjid smart surau, dan pendamping keluarga harapan. Sistem verifikasi ini dipastikan tidak dipungut biaya sama sekali.
Tiga Syarat Utama Pendaftaran Mandiri
Kepala Bidang Perlinsos Dinas Sosial Kota Padang Syaiful Andri menjelaskan, masyarakat yang ingin mendaftar mandiri hanya perlu menyiapkan tiga data utama. “Masyarakat cukup mengisi nomor induk kependudukan, kemudian PIN identitas kependudukan digital dan setelah itu memasukkan ID PLN,” kata dia.
Integrasi data ini disosialisasikan secara masif guna memastikan akurasi data, transparansi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat di seluruh wilayah Kota Padang. Pemkot berharap partisipasi warga terus meningkat hingga target pendataan penuh tercapai.