PADANG — Gerakan mengantar anak di hari pertama sekolah yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai terlihat dampaknya di lapangan. Di Kompleks SD Islam Al Azhar 32 Padang, Senin pagi, para ayah tampak mendominasi area parkir dan pintu gerbang sekolah.
Mereka datang dengan pakaian kerja, sebagian masih menyempatkan diri bersalaman dan memberi semangat kepada buah hatinya sebelum masuk kelas. Kehadiran para ayah ini menjadi simbol keterlibatan keluarga dalam mendampingi anak memasuki lingkungan belajar yang baru.
ASN Rutan Padang Sisihkan Waktu demi Dampingi Anak
Salah satu orang tua murid, Wahyudi (42), mengaku sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang. Kedua anaknya bersekolah di kompleks yang sama—satu baru masuk SD dan satu lagi baru masuk TK.
"Bagi mereka, tentu ini merupakan pengalaman baru. Karena itu, saya ingin mengantar langsung untuk memberi semangat dan dukungan," ujar Wahyudi di lokasi.
Menurutnya, kehadiran ayah pada momen transisi seperti ini memiliki arti penting. Dukungan tersebut diyakini mampu membantu anak membangun rasa percaya diri ketika mulai beradaptasi dengan suasana belajar yang asing.
Keluarga Datang Bareng, Anak Lebih Percaya Diri
Hal serupa dilakukan Joe (45). Ia datang bersama istri dan kedua anaknya yang duduk di kelas 1 dan kelas 6 SD. Meski terbiasa mengantar sendiri, hari itu seluruh anggota keluarga memilih hadir bersama.
"Kami ingin menunjukkan bahwa semua anggota keluarga mendukung mereka. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru," kata Joe.
Joe mengaku terdorong mengikuti gerakan ini setelah menyaksikan video imbauan Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang beredar di media sosial. Baginya, ajakan itu menjadi pengingat bahwa peran ayah dalam pendidikan anak perlu terus diperkuat, tidak sekadar urusan nafkah.
Gerakan Ayah Teladan: Dari Rapor hingga Antar Sekolah
Imbauan Pemprov Sumbar ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Ada dua gerakan utama yang didorong: Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah. Keduanya masuk dalam Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kehadiran ayah sejak hari pertama sekolah diyakini mampu membangun rasa percaya diri anak, meningkatkan motivasi belajar, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sejak usia dini.