Pencarian

Harga TBS Sawit di Dharmasraya Tembus Rp3.912/Kg, Bupati Turun Tangan Usai Petani Keluhkan Anjloknya Harga

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:19:31 WIB
Harga TBS Sawit di Dharmasraya Tembus Rp3.912/Kg, Bupati Turun Tangan Usai Petani Keluhkan Anjloknya Harga
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pabrik kelapa sawit untuk menindaklanjuti keluhan petani terkait anjloknya harga TBS.

DHARMASRAYA — Setelah melalui masa sulit akibat anjloknya harga, para pekebun sawit di Dharmasraya kini bisa sedikit bernapas lega. Dinas Pertanian setempat mencatat, harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mulai merangkak naik pada Rabu (15/7/2026) pagi. Angka tertinggi berada di angka Rp3.912 per kilogram, sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan Dinas Perkebunan.

Namun, disparitas harga antar pabrik masih terlihat. PT Incasi Pangian misalnya, tercatat membeli dengan harga terendah yakni Rp3.260/kg, menciptakan selisih hingga Rp652/kg. Sementara itu, harga brondolan kelapa sawit dilaporkan mencapai Rp3.700/kg oleh PT DSL. Dari total delapan PKS yang beroperasi, dua di antaranya disebut tidak menerima buah dari masyarakat pada hari itu.

Bupati Turun Tangan Lakukan Sidak ke Pabrik

Perbaikan harga ini tak lepas dari langkah tegas Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Beberapa waktu sebelumnya, ia menerima keluhan langsung dari petani yang mengeluhkan harga sawit yang anjlok meskipun harga crude palm oil (CPO) global terbilang stabil. Menindaklanjuti hal itu, Annisa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah PKS untuk memastikan penyebab rendahnya harga di tingkat petani.

“Berbeda dari sebelumnya, yang harga sawit tiba-tiba merosot jauh di beberapa perusahaan, sementara harga CPO masih stabil, sehingga hal tersebut merugikan petani,” ujar Syaipul Mukmin, seorang petani sawit di Padang Laweh. Ia mengapresiasi langkah pemkab yang dinilai memberikan kepastian harga melalui pemantauan yang transparan.

Koordinasi Hingga ke Kementerian Pertanian

Tak berhenti di sidak, Bupati Annisa juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk melakukan pemantauan harga TBS secara berkelanjutan. Laporan berkala dari dinas nantinya akan menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah daerah. Langkah ini ditempuh agar praktik permainan harga oleh oknum pabrik bisa diminimalisir.

Perjuangan untuk tata niaga sawit yang lebih adil bahkan dibawa hingga ke tingkat pusat. Annisa diketahui telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian di Jakarta untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada petani. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berkomitmen menyajikan informasi harga yang akurat dan diperbarui secara berkala, sehingga petani bisa menentukan waktu dan tempat menjual hasil panen dengan lebih menguntungkan.

Bagikan
Sumber: scientia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks